ESTIMASI JARAK TEMPUH OrDEr PICKING MANUAL DENGAN METODE ANALITIK DI PT GMS

AGUNG CHANDRA
2016 Jurnal Teknik Industri  
Jarak tempuh memegang peranan penting dalam produktivitas pergudangan. Salah satu cara untuk mengetahui jarak tempuh adalah dengan menggunakan metode analitik, estimasi jarak tempuh rata – rata. Pada penelitian di PT GMS ini, strategi routing yang digunakan adalah S-shape atau traversal strategy dan return strategy, sedangkan metode penyimpanan yang digunakan adalah random storage. Komponen estimasi jarak tempuh yang digunakan adalah jarak tempuh dari depot ke pick aisle yang pertama, jarak
more » ... pertama, jarak tempuh yang dilalui pada pick aisle, jarak tempuh balik dalam pick aisle, jarak tempuh pada cross aisle, serta jarak tempuh untuk kembali ke depot. Dari kalkulasi ini, metode S-shape menghasilkan total estimasi jarak tempuh rata-rata sejauh 41,4095 meter, sedangkan metode return strategy sejauh 45,7165 meter. Travel distance has a significant role in warehousing productivity. One way to calculate travel distance is to use analytical method, in term of average travel distance. Routing strategy implemented, S-shape / traversal strategy and Return strategy, random storage method are used in this paper at PT.GMS. The components of average travel distance are used to calculate: traveling distance from the depot to the first pick aisle, traveling distance through subaisle with picks, correction of travel distance for turns within subaisle, traveling distance in the cross aisle while picking, traveling distance back to the depot if all picks in one block, and total average travel distance. The results show the total average travel distance using S-shape is 41.4095 meter and return strategy is 45.7165 meter.
doi:10.22219/jtiumm.vol15.no2.154-160 fatcat:gc3wrhzsirfmdcscwj3cokkbua