Kadar mRNA Hypoxia Inducible Factor Alpha Plasma Darah Pasien Kanker Ovarium Tipe Mucinous Dan Serous

Siti Nur Chasanah, Teguh Aryandono, Sofia Mubarika Haryana
2020 JURNAL PANDU HUSADA  
Abstrak Proses karsinogenesis pada kanker ovarium melibatkan regulasi tingkat molekular, salah satunya adalah mRNA. Beberapa penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa disregulasi mRNA HIF1A terjadi pada berbagai kanker. Penelitian melaporkan adanya peningkatan ekspresi mRNA HIF1A pada kanker ovarium. Kanker sering berada dalam kondisi hipoksia, mRNA HIF1A merupakan regulator gen pada kondisi hipoksia. HIF1A terlibat dalam berbagai hallmark kanker. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini
more » ... litian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan ekspresi mRNA HIF1A pada plasma penderita kanker ovarium tipe mucinous dan serous. Sampel plasma diambil dari pasien kanker ovarium di RSUP Dr. Sardjito, tipe mucinous sebanyak 9 sampel dan tipe serous sebanyak 9 sampel. Total RNA diisolasi dari sampel plasma darah pasien kanker ovarium dengan menggunakan miRCURY RNA isolation Kit-Biofluid. Kuantifikasi mRNA HIF1A dilakukan One-step qRT-PCR dengan kit KAPA TM SYBR ® . Hasil qRT-PCR dianalisis dengan menggunakan Biorad CFX Manager TM Software. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan ekspresi mRNA HIF1A pada tipe serous dibandingkan dengan tipe mucinous (p value =0,018). Ekspresi mRNA HIF1A pada tipe serous meningkat 5,62 kali lipat dibandingkan dengan tipe mucinous. Penelitian ini telah berhasil membuktikan bahwa mRNA HIF1A lebih tinggi pada kanker ovarium tipe serous. Kata kunci: Plasma, mRNA HIF1A, Serous, Mucinous This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License. PENDAHULUAN Pada tahun 2018 Indonesia menempati urutan ke-8 negara dengan kasus kematian tertinggi akibat kanker. Indonesia menempati urutan ke-5 kasus kematian akibat kanker ovarium. Kanker ovarium adalah salah satu keganasan ginekologis yang masih menjadi permasalahan kesehatan di seluruh dunia. Pada tahun 2018, kanker ovarium merupakan kanker dengan tingkat insidensi berada di urutan ke-10 paling banyak diderita. Pada wanita insidensi berada pada urutan ke-8. Kanker ovarium berada di urutan ke-7 penyebab kematian karena kanker, urutan ke-7 penyebab kematian karena kanker pada wanita dan menempati pada urutan ke-7 prevalensi terbanyak pada wanita. [1, 2, 3] Tingkat mortalitas yang tinggi disebabkan karena banyak pasien terdiagnosis sudah dalam keadaan stadium lanjut dan lebih dari 50% pasien dengan tingkat keganasan stadium lanjut akan berakhir pada
doi:10.30596/jph.v1i2.4613 fatcat:xzhcdylsyjb7teqh6lgic4bdk4