Daya Antibakteri Ekstrak Jintan Hitam dan Daun Sirih terhadap Staphylococcus aureus pada Plat Gigi Tiruan

Zeny Putri Ayu, Hastoro Pintadi
2020 Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva  
Abstrak Resin akrilik heat-cure sebagai bahan membuat plat gigi tiruan memiliki kekurangan yaitu porositas permukaan yang kasar pada bagian fitting surface, sehingga akumulasi sisa makanan dan mikroorganisme seperti Staphylococcus aureus dapat berkembang dan menimbulkan denture stomatitis. Pencegahan dapat dilakukan dengan merendam gigi tiruan pada larutan yang mengandung antibakteri seperti jintan hitam dan daun sirih yang mengandung thymoquinon, thymohydroquinone, tannin, kavikol, fenol,
more » ... avikol, fenol, seskuiterpan, dan flavanoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya antibakteri ekstrak jintan hitam dan daun sirih hijau terhadap Staphylococcus auerus pada plat gigi tiruan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris. Sampel penelitian berupa 27 plat resin akrilik yang selanjutnya dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan jenis larutan perendamannya yaitu dengan larutan ekstrak jintan hitam 0,5%, larutan daun sirih 25%, dan aquades sebagai kontrol negatif. Data dianalisis menggunakan Mann-Whitney test. Hasil rata-rata pertumbuhan bakteri pada larutan jintan hitam 0,5% yaitu 3,11; larutan daun sirih 25% yaitu 1.00; aquades yaitu 6.00. Hasil uji Mann-Whitney Test menunjukkan p = 0,135 (p>0,05) yang berarti tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak jintan hitam dan ekstrak daun sirih tidak memiliki perbedaan bermakna dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Abstract Heat-cure acrylic resin as a material to create denture plates has the disadvantage of rough surface porosity in the fitting surface so that the accumulation of food scraps and microorganisms such as Staphylococcus aureus can develop and cause denture stomatitis. Prevention can be carried out by soaking the denture in an antibacterial solution, such as black cumin and betel leaf containing thymoquinone, thymohydroquinone, tannin, chavicol, phenol, sesquiterpene, and flavanoid. This study aims to determine differences in the antibacterial power of black cumin extract and green betel leaf against Staphylococcus aureus on denture plates. This research is experimental laboratory research. The research sample consisted of 27 acrylic resin plates, which were further divided into three groups based on the type of immersion solution, namely 0.5% of black cumin extract solution, 25% of betel leaf solution, and distilled water as a negative control. Data were analyzed using the Mann-Whitney test. The average yield of bacterial growth in 0.5% of black cumin solution was 3.11; 25% of betel leaf solution was 1.00; distilled water was 6.00. A Mann-Whitney test result showed p = 0.135 (p> 0.05), which indicated there was no significant difference among the treatment groups. It can be concluded that black cumin extract and betel leaf extract have no significant differences in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria.
doi:10.18196/di.9113 fatcat:hebnrja2avckno4axhqfibkeau