STUDI KOMPARASI ANTARA MODEL PEMBELAJARAN STAD DAN NHT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA (Penelitian Pada Siswa Kelas V SDN Kemirirejo 3 Magelang)

Jurnal Peneltan, Artkel Penddkan, Witrinicia Sukasiti, Dewi Purbosari, Rasidi Fkip, Unverstas Magelang
unpublished
The purpose of this research was to determine the difference between the model STAD and NHT towards learning outcomes math at 5th grade elementary school Kemirirejo 3 Magelang. The research design is a comparative study with the comparative group pretest-posttest design. This research compares two variables. Research subjects in grade 5 elementary school students Kemirirejo 3 amounted to 74 students. Data analysis is a t-Test. In addition to data obtained from the test, data are also obtained
more » ... are also obtained from the documentation. The result of SPSS 22 t = 2,202 and ttable = 1,666. Means Ha acceptable the average value posstest VA affter applying the learning model STAD better value posttest VB after applying the learning model NHT. The result showed that the model STAD more effectively to improve learning outcomes 5th grade math Kemirirejo 3 Magelang of the learning model NHT. PENDAHULUAN Mata pelajaran matematka, menanamkan konsep matematka adalah hal yang wajb dengan menghlangkan pandangan sswa bahwa matematka adalah mata pelajaran yang sult atau mengerkan. Sswa harus dkembangkan kemampuan berfikir matematisnya, ini menjadi perhatan utama d negara-negara maju. Menurut Wjaya (2012: 16) dsebutkan bahwa pembelajaran matematka bertujuan supaya sswa memlk kemampuan: (1) memaham konsep ma-tematka, menjelaskan keterkatan antarkonsep dan mengaplkaskan konsep atau algortma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah; (2) menggunakan penalaran pada pola dan sfat, melakukan manpulas matematka dalam membuat generalsas, menyusun bukt, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematka; (3) memecahkan masalah yang melput kemampuan memaham masalah, merancang model matematka, menyelesakan model dan menafsrkan solus yang dperoleh; (4) mengkomunkaskan gagasan dengan smbol, tabel, dagram, atau meda lan untuk memperjelas keadaan atau masalah; (5) memlk skap mengharga kegunaan matematka dalam kehdupan, yatu memlk rasa ngn tahu, perhatan, dan mnat dalam mempelajar matematka, serta skap ulet dan percaya dr dalam pemecahan masalah. Banyak kendala dalam mengembangkan ke-mampuan berfikir matematis siswa di Indonesia. Salah satunya yatu penerapan model pembelajaran yang kurang tepat. Model pembelajaran yang dte-rapkan kurang varatf. Berdasarkan hasl observas pelaksanaan d kelas V menunjukkan kurangnya antusas dan semangat sswa dalam pembelajaran. In dtunjukkan dalam proses pembelajaran guru mash menggunakan metode ceramah, sswa hanya duduk, mencatat, dan mendengarkan apa yang djelaskan guru d depan kelas. Sswa mendapat peluang sedkt untuk bertanya. Guru mendemonstraskan proses pembelajaran dan melbatkan sswa sedkt untuk aktf dalm pembelajaran, sehngga suasana pembelajaran tdak kondusf. Guru juga tdak mengatkan pembelajaran dalam kehdupan nyata. Guru memberkan sedkt kesempatan kepada sswa untuk memecahkan masalah matematka secara berkelompok, namun setelah pembelajaran sswa dberkan soal untuk dkerjakan secara ndvdu. Hal n menyebabkan sswa cepat bosan dalam mengkut pembelajaran. Kurangnya perhatan guru terhadap proses pembelajaran berpengaruh terhadap rendahnya hasl belajar sswa kelas V.v
fatcat:rwprsximlzf5lphet34ech7u6e