ASUPAN CAIRAN DAN STATUS HIDRASI MEMPENGARUHI PROFIL TEKANAN DARAH PADA ATLET SEPAKBOLA REMAJA

Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, Mohammad Juffrie, Toto Sudargo, Zaenal Muttaqien Sofro
2017 Gizi Indonesia  
Athletes tend move with a higher intensity and longer than a normal healthy human being. High intensity exercise coupled with high environmental temperature leads to an increase in body temperature and increased risk of dehydration. Given that the negative impact of dehydration on cardiac function and termoregulatori at practice, then the fluid intake and hydration status were closely related to the stability of the heart to maintain the performance. The study was carried out in 4 months. It
more » ... in 4 months. It was an observational study with a longitudinal cohort design. The total subjects in this study were 131 teenage footballers. Statistical testing using multiple regression analysis. The study showed that fluid intake and hydration status, and change in body weight of the subjects before and after exercise provided significant effect on systolic blood pressure (P<0.05). Every increased in fluid intake and changes in body weight lowers blood pressure by 0.408 systolic mmHg, and increased in fluid intake and changes in percent body weight increase in blood pressure of 2.762 mmHg. The study concluded that intake of fluids as dehydration status protects athletes due to fluid loss. It was because the activities becomes an important key to reestablish the systolic blood pressure. The more frequent training, the more increasingly athletes being exposed to dehydration, so that the systolic blood pressure would continue to increase. It was recommended that rehydration for athletes -who experienced a weight loss of more than 2% -should be done immediately after exercise, asuming that 1 kg of body weigth loss could be replaced by at least 1 litter of fluid. ABSTRAK Atlet beraktivitas dengan intensitas lebih tinggi dan lebih lama daripada manusia sehat biasa. Intensitas latihan yang tinggi ditambah dengan suhu lingkungan yang tinggi mendorong terjadinya peningkatan suhu tubuh dan berisiko terhadap dehidrasi. Mengingat dampak negatif dehidrasi pada fungsi jantung dan termoregulatori saat latihan, maka asupan cairan dan status hidrasi erat hubungannya dengan kestabilan kerja jantung untuk menjaga performa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asupan cairan dan status hidrasi atlet terhadap profil tekanan darah dan denyut jantung pada atlet. Penelitian ini merupakan penelitian observational dengan desain kohort longitudinal yang dilaksanakan selama 4 bulan. Total subyek yang ikut dalam penelitian ini sebanyak 131 atlet sepakbola remaja. Pengujian statistik menggunakan analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan asupan cairan dan status hidrasi dengan pemantauan perubahan berat badan dan persen perubahan berat badan subyek saat sebelum dan sesudah latihan berpengaruh signifikan terhadap tekanan darah sistolik (P<0.05). Arah hubungan tersebut adalah setiap kenaikan asupan cairan dan perubahan berat badan menurunkan tekanan darah sisitolik sebesar 0.408 mmHg, dan kenaikan asupan cairan serta perubahan persen berat badan menaikan tekanan darah sebesar 2.762 mmHg. Asupan cairan sebagai pengembali status dehidrasi atlet akibat aktivitasnya menjadi kunci penting untuk menstabilkan kembali tekanan darah sistolik. Semakin sering atlet latihan, semakin sering terpapar kondisi dehidrasi, maka tekanan darah sistolik atlet akan terus meningkat. Rehidrasi bagi atlet yang mengalami penurunan berat badan lebih dari 2 persen harus segera dilakukan pasca latihan, di mana kehilangan 1 kg berat badan dapat diganti dengan minimal 1 L cairan. Kata kunci: cairan, hidrasi, sistol, sepakbola, atlet Gizi Indon 2016, 39(2):93-102 Asupan cairan dan status hidrasi... Mirza Hapsari STP, dkk.
doi:10.36457/gizindo.v39i2.212 fatcat:kjfmvgnar5dsndigqgfcpmtfaa