PENGARUH VARIASI HEATING RATE PROSES PIROLISIS TERHADAP KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BRIKET CHAR MSW TERSELEKSI CAMPURAN DAUN PISANG DAN BAMBU

Sigit Mujiarto, Teguh Suprianto, Dan Murdjani, Staf Pengajar, Jurusan Teknik, Mesin Politeknik, Negeri Banjarmasin, Jl Brigjen, H Hasan, Basry Banjarmasin
2013 unpublished
ABSTRAK Daun pisang dan bambu merupakan biomassa yang limbahnya termasuk sampah kota atau MSW (municipal solid waste), yang mempunyai energi density rendah. Limbah daun pisang mempunyai potensi sebagai bahan baku untuk bahan bakar. Untuk menghasilkan energi densitas tinggi digunakan proses pirolisis dan dilanjutkan dengan proses densifikasi atau pembriketan untuk membentuk sebuah briket char (arang) campuran daun pisang dan bambu. Dalam penelitian ini, akan dipaparkan pengaruh variasi heating
more » ... h variasi heating rate (laju pemanasan) proses slow pyrolisis (pirolisis lambat) terhadap karakteristik pembakaran briket char campuran daun pisangdan bambu. Heating rate pada sampel 20 gram proses pirolisis divariasikan 5º C / menit, 10 º C / menit dan 20 º C / menit, dengan temperatur akhir 400 ºC dan holding time 30 menit. Char yang terbentuk kemudian dipadatkan dengan proses densifikasi menjadi briket char daun pisang yang dilakukan secara hidrolik pada tekanan 250 kg/cm 2 yang diholding selama 5 menit dan dikeringkan pada temperatur 105 º C selama 20 menit. Sampel briket char daun pisang ± 3 gram ditempatkan dalam tungku dengan laju pemanasan 20 ºC/menit sampai tidak terjadi perubahan massa. Analisis thermogravimetri dilakukan untuk mengetahui karakteristik pembakaran briket char daun pisang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh heating rate proses slow pyrolisis untuk pembakaran briket char daun pisang memiliki nilai kalor yang minimun pada Heating rate 10 ºC/menit. Harga karakteristik pembakaran ITVM (Volatile Metter Fixed Carbon Initiation Temperature) menunjukkan keterkaitan dengan heating rate, dimana semakin lambat heating rate maka harga ITFC semakin kecil. Untuk karakteristik pembakaran yang lain, yaitu ITFC (Fixed Carbon Initiation Temperature), PT (Peak Temperature) dan BT (Burning Temperature) menunjukkan keterkaitan dengan heating rate dengan sifat optimum di Heating Rate 10 o C/menit. Harga Energi Aktivasi minimum pada Heating rate 10 ºC/menit.
fatcat:5kojf5g3njguphflcovqbaru7m