SIMBOLISME SENI DALAM BUDAYA JAWA DI ERA GLOBAL: SUATU KAJIAN DARI BATIK DAN TARI KLASIK GAYA YOGYAKARTA

Dina Dwikurniarini - Dwikurniarini
2015 MOZAIK Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora  
Abstrak Globalisasi adalah suatu kondisi yang tidak dapat dihindarkan sehingga dapat mempengaruhi dan mengubah berbagai hal di dunia ini. Kebudayaan juga mengalami banyak perubahan karena perkembangan komunikasi maupun teknologi. Tulisan ini mencoba menjelaskan faktor-faktor apa saja yang terjadi pada budaya Indonesia karena proses perubahan tersebut. Batik dan tari adalah kebudayaan khas Indonesia yang sudah berumur paling tidak sama dengan umur Yogyakarta. Penciptaan motif dalam batik maupun
more » ... dalam batik maupun tari mengandung makna tertentu, sehingga benar-benar ditujukan untuk maksud tertentu, seperti gerak tari yang melambangkan kegagahberanian dan kelembutan. Demikian juga dengan batik yang ditujukan untuk kemuliaan, kebahagian bagi pemakainya, sehingga orang akan memilih mana yang paling tepat digunakannya pada keperluan tertentu. Perkembangan teknologi dan komunikasi menjadikan kebudayaan mengalami perkembangan yang sangat beragam tergantung pada sebesar apa pengaruh itu datang. Simbolisme dalam budaya Jawa mulai terkikis juga karena kepentingan pasar sebagai orientasi utama globaliisasi. Batik diciptakan menerjang aturan-aturan motif demi pasar seperti warna, motif yang dipadukan dengan berbagai gaya dan selera masa kini. Pada akhirnya akan menghasilkan seni budaya indah dalam konteks kekinian dan bukan keindahan dalam konteks klasik. Artinya ada pergeseran kepentingan demi kebutuhan manusia dan itu juga merupakan suatu keuntungan untuk perkembangan budaya sendiri yang makin mendunia. Untuk mempertahankan tradisi klasik bukan hal yang mudah saat ini, karena orientasi budaya juga mengalami perubahan kepentingan. Tulisan ini akan mencoba menyoroti bidang-bidang itu dari aspek historis dan ekonomis suatu perjalanan budaya lokal yang adiluhung dari batik dan tari klasik. Kata Kunci: Batik, globalisasi, dan simbolisme
doi:10.21831/moz.v6i1.3474 fatcat:czh3s47x7nevjjacmf3dybxfa4