Proses Elektrokimia Dengan Filter Carbon Nanotube Untuk Pengolahan Air Dan Air Limbah

Rifkah Akmalina
2017 Zenodo  
Penggunaan air dalam kehidupan manusia sehari-hari menjadikan sumber daya tersebut harus dipenuhi dalam kondisi standar sesuai peruntukannya. Berbagai teknologi pengolahan air seperti membran, adsorpsi, elektrolisis mulai diaplikasikan secara luas dalam pengolahan air dan air limbah. Nanoteknologi menjadi salah satu teknologi yang menarik untuk diaplikasikan dalam pengolahan air, seperti penggunaan nanomaterial, nanokomposit, engineered nanoparticle, nanofiltrasi, dan carbon nanotube filter.
more » ... nanotube filter. Carbon nanotube filter (CNT) dinilai efektif untuk menghilangkan berbagai kontaminan, baik kontaminan kimia dan biologi, serta patogen dalam air. Kombinasi dari CNT filter dengan proses elektrokimia dinilai mampu meningkatkan penghilangan patogen dan menginaktivasi patogen, karena adanya sifat konduktif dari CNT. Proses filtrasi elektrokimia terdiri dari tiga proses, yaitu transfer massa secara hidrodinamik, adsorpsi atau desorpsi secara fisik, dan transfer elektron. Efisiensi dari proses ini dipengaruhi oleh potensial anoda, laju alir, kekuatan ion, dan bahan katoda. Berbagai modifikasi seperti melapisi CNT filter dengan logam, oksidasi anoda dengan kombinasi in situ, dan electro-fenton merupakan beberapa contoh perkembangan dalam teknologi CNT filter yang berbasis elektrokimia. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi arus dengan konsumsi energi yang lebih rendah. Reaktor seepage carbon nanotube electrode (SCNE) dikembangkan dan diaplikasikan untuk memfasiliasi transfer massa kontaminan dari larutan bulk ke permukaan elektroda. Kemampuan reaktor SCNE dalam menghilangkan warna pada larutan dan COD dipengaruhi oleh perpindahan molekul organik dari larutan bulk ke permukaan elektroda yang lebih cepat dibandingkan proses konvensional.
doi:10.5281/zenodo.1133765 fatcat:r3273wls7ff5hojazirjqw6sty