Aplikasi Filter EEMD Untuk Meningkatkan Kualitas Data VLF-EM Studi Kasus: Estimasi Lokasi Gorong-Gorong Di Kampus ITS Surabaya

Yekti Widyaningrum, A.M Miftahul Huda, Sungkono Sungkono
2018 Jurnal Geosaintek  
Abstrak. Eksplorasi bawah permukaan menggunakan Very Low Frequency Electromagnetics (VLF-EM) telah dilakukan untuk menentukan rongga bawah tanah (gorong-gorong). Untuk mempertajam hasil eksplorasi dan mereduksi gangguan diaplikasikan filter EEMD. Data hasil filter diinterpretasikan secara kualitatif menggunakan filter Karous-Hjelt. Hasil Interpretasi filter Karous-Hjelt menunjukkan bahwa anomali bawah permukaan terdapat pada 25-35 meter dari titik mengukuran awal dan kedalaman 3-6 meter.
more » ... n 3-6 meter. Anomali tersebut menyatakan lokasi gorong-gorong di lokasi pengukuran. . Kata Kunci: filter; EEMD; gorong-gorong. Abstract. Underground exploration using Very Low Frequency Electromagnetics (VLF-EM) has been carried out to determine the underground cavity (culvert). To sharpen the results of exploration and reduce noise, an EEMD filter is applied. Filter data results are interpreted qualitatively using the Karous-Hjelt filter. The results of the Interpretation of the Karous-Hjelt filter show that subsurface anomalies are available at 25-35 meters from the initial measuring point and 3-6 meters deep. The anomaly states the location of the culvert at the measurement location.
doi:10.12962/j25023659.v4i3.4493 fatcat:5zxnvmy2zjhlln3xoko36emfdq