HUBUNGAN KEBIASAAN MENYIRIH TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI PADA LANJUT USIA DI DESA BATUBULAN KANGIN

Ni Kadek, Wiwin Parianti, Gede Ariyasa, Ilmu Kesehatan, Dan Sains, Universitas Teknologi, Pura Dhyana, Bali
2015 Jurnal Virgin, Jilid   unpublished
Caries is a universal disease that can happen to anyone, any age, races and any places in the world. The effort to resolve this has not shown real results. Betel chewing habits have effects on the teeth, gingiva and oral mucosa. The purpose of this study was to determine the relationship betel chewing habits on the incidence of dental caries in elderly in the village of Batubulan Kangin. The study was analytic research with cross sectional design. Population in this research is the elderly who
more » ... is the elderly who have a habit of betel chewing in Batubulan Kangin. This study uses a sample of the total population, as many as 37 respondents. Methods of data collection using primary data and secondary data by conducting direct examination and interview using a questionnaire. Data were analyzed using chi-square at the level of 95% (α = 0.05). Results of the study habits of betel chewing relationship with the incidence of dental caries in Batubulan Kangin views of old betel chewing with the Pearson Chi-Square test obtained by value p = 0.000 (p<0.05), which means there is a significant relationship, the frequency of betel chewing gained significance p = 0.000 (p<0.05) and the composition of betel chewing gained significance p= 0.009 (p<0.05), from the habit of betel chewing three variables showed a significant association with the incidence of dental caries. Conclusion from this reseach there is a relationship betel chewing habits on the incidence of dental caries in elderly in the village of Batubulan Kangin. PENDAHULUAN Kesehatan mulut merupakan bagian fundamental dari kesehatan secara menyeluruh. Kesehatan mulut yang dimaksud saat ini adalah kesejahteraan rongga mulut, termasuk gigi dan struktur serta jaringan-jaringan pendukungnya yang terbebas dari rasa sakit, serta berfungsi secara optimal. Penyakit gigi dan mulut dapat menjadi risiko pada penyakit lain, seperti fokal infeksi dari penyakit tonsillitis, faringitis dan lain-lain. Tindakan pencegahan terhadap penyakit gigi dan mulut perlu dilakukan agar tidak terjadi gangguan fungsi, aktivitas serta penurunan produktivitas kerja yang tentunya akan mempengaruhi kualitas hidup (Sriyono, 2009). Meningkatnya usia harapan hidup masyarakat Bali menurut Badan Pusat Statistik (BPS), 2013 rata-rata mencapai 72 tahun merupakan sebuah keberhasilan yang meng-gembirakan. Keberadaan lanjut usia membutuhkan perhatian dan penanganan secara khusus. Lanjut usia sangat rentan terhadap berbagai jenis penyakit, sejalan dengan bertambahnya usia, mental para lansia juga relatif kurang stabil. Untuk itu perlu penanganan khusus melalui pendekatan yang holistik. Penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita oleh masyarakat di Indonesia adalah penyakit jaringan penyangga gigi dan karies gigi. Sumber dari kedua penyakit tersebut akibat terabaikannya kebersihan gigi dan mulut (Anitasari dan Rahayu, 2005). Karies gigi paling
fatcat:mbfxzztykjayxfdqr6hdwxggqy