ANALISIS HUKUM KONTRAK SYARIAH TERHADAP TRANSAKSI KEPEMILIKAN RUMAH DENGAN TANAH BERSERTIFIKAT HAK GUNA BANGUNAN DI PT. SUCI GRIYA PERSADA

Rabiatul Adhawiyah, Parman Komarudin, Muhammad Rifqi Hidayat
2019 At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi  
This research was conducted with the aim of analyzing the practice of buying and selling of houses with the bulding rights land (Hak Guna Bangunan -HGB) at PT. Suci Griya Perdana through the perspective of sharia contract law. This research is a qualitative type that uses a sociological juridical approach. Data is processed using triangulation techniques based on interviews with companies and buyers, direct observation of company offices and land as the object of transaction, and documents in
more » ... e form of deeds of sale and purchase of the land. The processed data is then analyzed using the perspective of sharia contract law, especially through the buying and selling theory, and ownership theory in Islamic law as the qiyas basis for the practice of selling houses with this HGB lands status. The results of the analysis show that transactions like this are not permitted if the mechanism is fully implemented with a sale and purchase agreement. Unless the developer sells it separately, that the house with a sale and purchase contract and the land with a lease agreement, then the transaction can be justified. Abstrak: Riset ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisa praktik transaksi jual-beli rumah dengan tanah bersertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) di PT. Suci Griya Perdana melalui perspektif hukum kontrak syariah. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif yang menggunakan pendekatan Yuridis Sosiologis. Data diolah dengan menggunakan teknik triangulasi berdasarkan wawancara kepada pihak perusahaan dan pembeli, observasi langsung ke kantor perusahaan dan tanah yang menjadi objek jual-beli, serta dokumen berupa akta jual beli tanah tersebut. Data yang telah diolah kemudian dianalisa menggunakan perspektif hukum kontrak syariah, khususnya melalui teori jual-beli dan teori kepemilikan dalam hukum Islam sebagai dasar qiyas terhadap praktek penjualan rumah dengan tanah berstatus HGB ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa transaksi seperti ini tidak diperkenankan jika mekanismenya dilakukan sepenuhnya dengan akad jual beli. Terkecuali developer menjualnya secara terpisah, yaitu rumah dengan akad jual beli dan tanah dengan akad sewa, maka transaksi tersebut dapat dibenarkan.
doi:10.18592/at-taradhi.v8i2.2526 fatcat:tvyvuhtqe5hl3p352mccpd4zem