KONSEP ISLAM YANG MENDASARI PEMBENTUKAN DESA DESA DI PEGUNUNGAN DIENG

Heri Hermanto, Adinda Septi Hendriani
2020 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ  
Rumah vernakular menarik untuk diteliti termasuk dari kinerja Keberadaan gua-gua kuno di Dieng, menunjukkan aktivitas peribadatan telah berlangsung lama sebelum masuknya pengaruh Hindu dan Budha (Rahardjo, 2002:175). Penyebaran Islam di Wonosobo dan sekitarnya, diperkirakan bermula di Dataran Tinggi Dieng pada jaman Raden Patah (1478-1513). (Babad Kedu). Desa Kreo Kecamatan Kejajar adalah merupakan desa tertua di Pegunungan Dieng. Bermula dari satu desa kemudian tumbuh beberapa desa di
more » ... pa desa di sekitarnya, selanjutnya meluas lebih jauh sampai desa-desa yang lebih jauh letaknya. Seperti yang disampaikan oleh Nastiti (1995), bahwa konsep permukiman Jawa Kuno dilandasi oleh konsep kerukunan yang dibangun oleh kekerabatan. Sehingga patut diduga bahwa terbentuknya desa-desa di Pegunungan Dieng dibangun oleh nilai-nilai ajaran Islam. Penelitian ini berusaha untuk menggali tentang konsep kekerabatan yang didalamnya terkandung nilai-nilai Islam dengan metode fenomenologi. Dari analisa ditemukan bahwa sistem kekerabatan yang didalamnya terkandung konsep nyepetno laku dan konsep brayan menjadi landasan masyarakat Dieng didalam membangun permukimannya. The vernacular house is interesting to study, including the performance of the existence of ancient caves in Dieng, showing worship activities had taken place long before the entry of Hindu and Buddhist influences (Rahardjo, 2002: 175). The spread of Islam in Wonosobo and its surroundings, is estimated to begin in the Dieng Plateau in the days of Raden Patah (1478-1513). (Babad Kedu). Kreo Village, Kejajar District, is the oldest village in the Dieng Mountains. Starting from one village and then growing several villages in the vicinity, then extending further to the villages that are farther away. As stated by Nastiti (1995), that the concept of Old Javanese settlements is based on the concept of harmony built by kinship. So it should be suspected that the formation of villages in the Dieng Mountains was built by the values ​​of Islamic teachings. This study seeks to explore the concept of kinship which contains Islamic values ​​using the phenomenological method. From the analysis it was found that the kinship system which contained the concept of nyepetno behavior and the concept of Brayan became the foundation of the Dieng community in building their settlements.
doi:10.32699/ppkm.v7i3.1348 fatcat:d5ww5qlxsvdovlw7lydfavq7fy