HUBUNGAN D-DIMER TERHADAP GOS PENDERITA CEDERA KEPALA DENGAN PERDARAHAN INTRASEREBRAL

Yugo Alison Orintarya, Syaiful Saanin, Hesty Lidya Ningsih
2021 Jurnal Kesehatan  
Latar Belakang dan Tujuan: Perdarahan intraserebral traumatik adalah area perdarahan yang homogen dan konfluen yang terdapat di dalam parenkim otak disebabkan oleh gaya akselerasi dan deselerasi akibat trauma. Komplikasi yang paling sering terjadi pada cedera kepala akibat perdarahan intraserebral traumatik adalah terjadinya koagulopati. Prognosis kondisi ini dapat diprediksi dengan elevasi tingkat D-dimer. Glasgow Outcome Scale (GOS) adalah salah satu skala yang digunakan untuk mengukur
more » ... tuk mengukur outcome pasien setelah cedera otak traumatik. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian prospektif dengan pendekatan cohort. Pengambilan data dilakukan di IGD dan ruang rawatan bedah RSUP Dr. M. Djamil Padang dari bulan Juni sampai bulan Juli 2020, dengan jumlah sampel minimum sebanyak 30 sampel. Data dilakukan analisis bivariat dengan uji Chi-Square dan penghitungan OR (Odds Ratio) secara statistik. Hasil: Dari 30 sampel yang diteliti, didapatkan hasil pemeriksaan kadar D-Dimer yang dilakukan pada hari pertama rawatan dan hari kelima rawatan didapatkan 22 pasien (73,3%) mengalami penurunan kadar D-dimer dan 8 pasien (26,7%) mengalami peningkatan D-dimer, sedangkan outcome rawatan pasien yang dinilai dari Glasgow Outcome Scale didapatkan 21 pasien (70%) dengan outcome baik dan 9 pasien (30%) dengan outcome buruk. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara kadar D-dimer terhadap outcome penderita cedera kepala dengan perdarahan intraserebral dengan P-Value = 0,000 (< 0,05). Pada penelitian ini juga didapatkan OR (Odds Ratio) sebesar 9,625 dengan CI 95% (2,502-37,021), dari hasil OR dapat disimpulkan bahwa secara statistik pasien cedera kepala dengan perdarahan intraserebral dengan kadar D-dimer yang mengalami peningkatan berpeluang 9 kali lebih besar mengalami outcome atau prognosis yang buruk. Background. Traumatic Intracerebral Hemmorrage is The homogeneous and confluorent bleeding areas contained within the brain parenchyma are caused by the acceleration and decelation force due to trauma. The most common complication in the head injury due to traumatic intracergic bleeding is the occurrence of coagulopathy. The Prognosis of this condition can be predicted with D-dimer level elevation. The Glasgow Outcome Scale (GOS) is one of the scales used to measure the Outcome of the patient after a traumatic brain injury. Method. This research is a prospective study with a cohort approach. Data retrieval is conducted at IGD and RSUP Dr. M. Djamil Padang Surgical treatment Room from June to July 2020, with a minimum number of samples as many as 30 samples. The Data is conducted bivariate analysis with Chi-Square tests and Odds Ratio calculation in statistical. Result. From 30 samples studied, D-dimer test results were conducted on the first day of treatment and the fifth day of treatment was acquired 22 patients (73.3%) decreased D-dimer and 8 patients (26.7%) D-dimer enhancement. The results of patient assessed from Glasgow Outcome Scale results gained 21 patients (70%) with good outcome and 9 patients (30%) with poor outcome. Conclusion. There is correlation between D-dimer level and intracerebral haemorrhage with P-Value = 0.000 (< 0.05). In this study, OR (Odds Ratio) of 9.625 with CI 95% (2502-37021), from the results OR it could be concluded that the patient injured statistically with intracerebral haemorrhage with D-dimer level that had increased of 9 times become poor prognosis.
doi:10.35730/jk.v11i3.762 fatcat:ipo2bn6aobea3keiraqi7tdjsq