PERBANDINGAN EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATIONS PADA PEER GROUP DAN NON PEER GROUP MATERI STATISTIKA KELAS X

Sriyanti, Venissa Mawarsari, Iswahyudi Suprayitno, Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan, Alam Universitas, Muhammadiyah Semarang
2015 JKPM   unpublished
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektifitas model pembelajaran RME pada peer group dan non peer group materi statistika kelas X. Metode yang digunakan adalah eksperimen postest-only control. Hasil penelitian ini menunjukkan kelas peer group dan non peer group telah mencapai ketuntasan klasikal masing-masing adalah 82,35% dan 80,56% dengan KKM 77. Selain itu hasil uji pengaruh keaktifan dan keterampilan proses masing-masing sebesar 45,5 % dan 37,6%, sedangkan
more » ... 37,6%, sedangkan keaktifan dan keterampilan proses secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar sebesar 52,1%. Pada kelas non peer group terdapat pengaruh keaktifan dan keterampilan proses masing-masing sebesar 39,6 % dan 37,8%, sedangkan keaktifan dan keterampilan proses secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar sebesar 46,8%. Hasil uji banding menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara kelas peer group dan non peer group, disisi lain model pembelajaran RME pada peer group maupun non peer group lebih efektif daripada model pembelajaran ekspository. Kata Kunci: Non Peer Group, Peer group, Prestasi belajar dan RME PENDAHULUAN Matematika merupakan induk ilmu dari pada ilmu yang lainnya. Pendidikan matematika salah satu mata pelajaran yang memerlukan kreativitas imajinasi, intuisi dan penemuan. Matematika mengajarkan untuk mampu mengembangkan kemapuan menghitung, mengukur dan menggunakan rumus yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Matematika juga mengajarkan untuk bernalar dan berfikir melalui beberapa kegiatan seperti kegiatan penyelidikian, eksplorasi, eksperimen, menunjukkan kesamaan, perbedaan, dan kekonsistenan. Berdasarkan pengalaman proses pembelajaran yang sudah dilakukan peneliti, peserta didik dalam proses pembelajaran diskusi kelompok, mereka tidak mau dipisah dengan kelompok atau teman bermain (peer group) mereka di luar mata pelajaran. Menurut Sunarto (dalam Nurhayati, 2008) menyatakan peer group merupakan teman bermain yang terdiri atas kerabat maupun tetangga dan teman sekolah dimana seorang anak mulai belajar nilai-nilai keadilan. Sebagai akibatnya mereka kurang terlibat aktif dalam pembelajaran dan cenderung terdapat perselisihan dalam kelompok tersebut. Hubungan kerjasama dalam kelompok untuk memecahkan masalah tidak terasa dan tidak dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan selama pembelajaran. Hasil observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran matematika SMK Negeri 6 Semarang. Proses pembelajaran yang sudah dilakukan pada materi statistika dilakukan secara kooperatif yaitu dengan peserta didik dibentuk menjadi beberapa kelompok ahli, kemudian satu persatu dari kelompok tersebut mempresentasikan materi yang didapatkan. Pada dasarnya materi statistika sering dijumpai dalam kehidupan sehari
fatcat:i43b7liexjbm5lwihz74v67jwi