PENGARUH PENGGUNAAN CURRICULUM BASED MEASUREMENT (CBM) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS EJAAN ANAK BERKESULITAN BELAJAR Novia Nuril Firdaus, Imanuel Hitipeuw

Jurusan Luar, Biasa Fakultas, Ilmu Pendidikan
unpublished
The purpose of this research was to describe the implementation of the CBM in teaching of spelling writing and to describe the influence of CBM usage toward spelling writing ability for student with learning disability in MI Al-Ghozali Rogotrunan Lumajang. The research used was an experimental method with a Single Subject Research (SSR), A-B-A-B design. Data were analyzed by using a visual analysis of graphic technique. The result of research shows that a CBM influence on spelling writing. This
more » ... condition was shown by spelling writing at baseline before being given CBM (A 1) mean stable in 62,5%, condition after being given CBM (B 1) became 70,4%. But, condition after the CBM intervention stop (A 2) became 62% and condition after being given again CBM intervention (B 2) became 82%. Conclusion of this research is the CBM has influence to improve the ability of spelling writing. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan pelaksanaan CBM dalam pengajaran menulis ejaan dan untuk menggambarkan pengaruh penggunaan CBM terhadap kemampuan menulis ejaan untuk siswa dengan ketidakmampuan belajar di MI Al-Ghozali Rogotrunan Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan subjek tunggal Penelitian (SSR), desain ABAB. Data dianalisis dengan menggunakan analisis visual teknik grafis. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh CBM pada penulisan ejaan. Kondisi ini ditunjukkan dengan menulis ejaan pada awal sebelum diberikan CBM (A1) berarti stabil di 62,5%, kondisi setelah diberi CBM (B1) menjadi 70,4%. Tapi, kondisi setelah berhenti intervensi CBM (A2) menjadi 62% dan kondisi setelah diberikan lagi CBM intervensi (B2) menjadi 82%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah CBM memiliki pengaruh untuk meningkatkan kemampuan menulis ejaan. Kata kunci: curriculum based measurement, menulis ejaan, anak berkesulitan belajar Peraturan Pemerintah no.28 tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar, pasal 3 mengemukakan bahwa pendidikan dasar bertujuan memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengem-bangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan anggota umat ma-nusia serta mempersiapkan siswa untuk mengi-kuti pendidikan menengah. Berkaitan dengan hal itu, dalam kurikulum pendidikan dasar dikemu-kakan bahwa pendidikan yang diselenggarakan sekolah dasar bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan dasar mencakup tiga aspek yaitu membaca, menulis, dan berhitung. Tiga aspek tersebut harus dikuasai oleh siswa sejak berada di kelas rendah agar pendidi-kannya berhasil.Ketiga aspek tersebut merupa-kan kemampuan dasar siswa untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak pada kelas selan-jutnya. Namun pada kenyataannya, apa yang di-lihat di lapangan tidak sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum. Masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam proses pembelajarannya. Hal ini disebabkan siswa men-galami hambatan dalam menguasai salah satu bahkan ketiga aspek pembelajaran yaitu mem-baca, menulis, dan berhitung.Siswa yang men-galami hambatan dalam salah satu atau ketiga aspek tersebut disebut anak berkesulitan belajar (learning disability).Ketidakmampuan siswa ini disebabkan kesulitan siswa dalam memaknai, memproses, dan menganalisis setiap informasi yang mereka terima melalui panca indranya. Berdasarkan hasil observasi yang dilaku-kan oleh peneliti di MI Al-Ghozali Sukodono Lumajang saat pelajaran Bahasa Indonesia dan IPA, melalui observasi peneliti menemukan se-orang siswa kelas III yang diduga mengalami hambatan dalam belajar. Siswa tersebut menulis dengan hasil tulisan tidak rapi, terkadang tidak menggunakan spasi, kesulitan membuat tabel 93
fatcat:ismoy3bzajfyrpjvc5up4y4rrm