KUALITAS SEMEN BEKU SAPI BALI DENGAN PENAMBAHAN BERBAGAI DOSIS VITAMIN C PADA BAHAN PENGENCER SKIM KUNING TELUR Quality of Bali Bull Frozen Semen with Variant C Vitamin Dosage in Skim Egg Yolk Extender

Kusuma Faradina, Savitri
unpublished
The aim of this research was to know what the effect of C vitamin increament (ascorbat acid) in skim egg yolk extender to semen motility and life percentage of sperm cell. This research was conducted in Regional Technical Service Unit-Regional Artificial Insemination Office Lampung, Terbanggi Besar District on 18 th-25 th April 2014. The treatment of this research are P1 (without C vitamin increament), P2 (1,50 mM C vitamin increament), P3 (2,50 mM C vitamin increament), P4 (3,50 mM C vitamin
more » ... creament), P5 (4,50 mM C vitamin increament) in skim egg yolk extender and every treatment repetitions for three times. The data obtained was analyzed by using variance analysis 5%. Results of this research showed that increament C vitamin dosage into skim egg yolk extender was no significantly (P>0.05) to sperm motility and life percentage of sperm. Keyword : Bali Bull, C vitamin, skim egg yolk, quality of frozen semen PENDAHULUAN Jumlah penduduk yang terus meningkat berkorelasi positif dengan kebutuhan protein hewani, semakin banyak jumlah penduduk Indonesia maka semakin tinggi pula kebutuhan protein hewani. Pemenuhan protein hewani dapat dilakukan dengan cara meningkatkan produksi daging ternak. Salah satu ternak penghasil daging adalah sapi potong. Sapi Bali adalah jenis sapi potong asli Indonesia yang berpotensi besar untuk terus dikembangkan. Wahyuni (2000) mengatakan bahwa Sapi Bali memiliki beberapa keunggulan karakteristik yaitu mempunyai fertilitas tinggi, lebih tahan terhadap kondisi lingkungan yang kurang baik, cepat beradaptasi apabila dihadapkan dengan lingkungan baru, dan cepat berkembang biak. Keunggulan-keunggulan ini harus didorong dengan kemajuan teknologi khususnya teknologi reproduksi. Teknologi reproduksi yang sangat menunjang dan cocok diaplikasikan di lapangan untuk pengembangan Sapi Bali adalah IB. Menurut Toelihere (2006), keberhasilan program IB ditentukan oleh empat faktor utama yaitu kualitas semen, kesuburan ternak betina, keterampilan teknisi, dan pengetahuan zooteknik peternak. Proses pengolahan seperti penampungan semen, pengenceran, ekuilibrasi atau penyesuaian suhu, dan pembekuan memengaruhi kualitas semen beku yang akan diaplikasikan pada ternak. Kematian spermatozoa yang tinggi pada proses pengolahan semen menurut Herdis (2005) disebabkan oleh rusaknya membran plasma spermatozoa akibat peroksida lipid. Maxwell dan Watson (1996) juga berpendapat bahwa. Kematian spermatozoa terjadi karena membran spermatozoa banyak mengandung lemak tak jenuh yang sangat rentan terhadap reaksi peroksidasi lipid. Reaksi peroksida lipid yang dapat merusak spermatozoa dalam proses pengolahan semen terjadi karena kontak antara semen dan oksigen (O2). Proses tersebut dapat menghasilkan radikal bebas dan hidrogen peroksida. Radikal bebas jika bereaksi dengan asam lemak tak jenuh akan menghasilkan lipid peroksida.
fatcat:2bvwlbmgu5hjppemta7z5hyrju