Appreciative Inquiry Coaching untuk Menurunkan Stres Kerja

Agung Suprapto, Dwi Cahyono, Koentjoro, Magister Program, Psikologi Profesi, Psikologi Fakultas, Gadjah Universitas, Mada
GADJAH MADA JOURNAL OF PROFESSIONAL PSYCHOLOGY   unpublished
Many factors such as individual, social, environment, organization and work characteristic factors potentially raising stress. The aim of this study was to examine the impact of appreciative inquiry coaching to reduce work stress of Traffic Policeman. The subjects of this study were Traffic Policeman at Yogyakarta. Experiment design was refered pretest-posttest control group design. Subject divided into two groups, experimental group and control group. The experimental group was the one who
more » ... was the one who received appreciative inquiry coaching as treatment and waiting list for control group. The effectiveness of coaching measured by Traffic Policeman Work Stress Scale that have been given for two groups of this study 3 weeks after and before treatment. By using mixed-anova, the result indicated that Appreciative Inquiry Coaching reduced work stress of Traffic Policeman significantly (F=179,192, p<0,01). Abstrak. Faktor individu, sosial dan lingkungan, keorganisasian serta pekerjaan berpotensi menimbulkan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Appreciative Inquiry Coaching dalam menurunkan stres kerja Polisi Lalu Lintas (Polantas). Partisipan penelitian berjumlah 22 orang anggota Polantas di Kepolisian Resor X Yogyakarta. Rancangan eksperimen menggunakan pretest-posttest control group design, dengan membagi partisipan ke dalam kelompok eksperimen yang mendapatkan perlakuan berupa Appreciative Inquiry Coaching dan kelompok kontrol berupa waiting list. Polantas pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diberi alat ukur Skala Stres Kerja Polantas tiga minggu sebelum (pre-test) dan tiga minggu (post-test) setelah perlakuan. Hasil analisis dengan anava campuran menunjukkan bahwa Appreciative Inquiry Coaching menurunkan stres kerja Polantas secara signifikan (F=179,192, p<0,01). Kata kunci: appreciative inquiry coaching, stres kerja, polisi lalu lintas Polisi 1 Lalu Lintas (Polantas) sebagai bagian integral Kepolisian Republik Indone-sia (Polri) memiliki tugas untuk melaksana-kan usaha, pekerjaan dan kegiatan pada bagian pengendalian lalu lintas dalam 1 Korespondensi mengenai artikel ini dapat dila-kukan melalui: agungsdc_papua@yahoo.co.id 2 Atau melalui: koentjoro@ugm.ac.id mencegah serta mengatasi gangguan, ham-batan dan ancaman di bagian lalu lintas agar tercipta keamanan, ketertiban serta kelancaran. Bukan merupakan hal yang mudah bagi Polantas untuk melaksanakan tugas-tugasnya, khususnya bagi Polantas di lapangan yang berpangkat bintara. Seorang bintara polisi merupakan ujung tombak, karena mereka adalah anggota polisi yang
fatcat:k7lyeo4vdrfmfefp3hqhearitu