Comparison of Hierarchical and Non-Hierarchical Methods in Clustering Cities in Java Island using the Human Development Index Indicators year 2018

Alvia Rossa Damayanti, Arie Wahyu Wijayanto
2021 EIGEN MATHEMATICS JOURNAL  
The Human Development Index (HDI) is a composite index to assess the developmental level of life quality in a particular region. In 2018, Java Island, which geographically has the most regencies/ municipalities in Indonesia, achieved human development with "high" status and was followed by all its regencies which have also achieved human development with "high" status. Therefore, research was carried out on how the characteristics inherent in the high HDI have been achieved in regencies on Java
more » ... Island and grouping them so that it is easy to interpret regencies/ municipalities with homogeneous characteristics. This study used the hierarchical cluster method (single linkage, average linkage, and ward) and non-hierarchical cluster methods (K-Means and FCM). The results show that the best hierarchical cluster method is the average linkage method which forms four clusters where the regencies/ municipalities with the best characteristics (dimensions of education, health, and high purchasing power) are Kepulauan Seribu, Bogor, and 78 other regencies/ municipalities. Then, the best non-hierarchical method is the FCM method which forms two clusters, with a prominent characteristic is those city areas have better characteristics than district areas. A B S T R A K Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan suatu indeks komposit untuk mengevaluasi tingkat perkembangan kualitas hidup masyarakat di suatu wilayah. Pada tahun 2018, Pulau Jawa yang secara geografis memiliki kabupaten/kota terbanyak di Indonesia mencapai pembangunan manusia dengan status "tinggi" dan diikuti dengan seluruh kabupaten/kotanya yang juga telah mencapai pembangunan manusia dengan status "tinggi". Oleh karena itu, dilakukan penelitian tentang bagaimana karakteristik yang melekat pada tingginya IPM yang telah dicapai pada kabupaten/kota di Pulau Jawa serta dilakukan pengelompokkan agar mudah dalam menginterpretasikan kabupaten/kota yang memiliki karakteristik homogen. Dalam penelitian ini digunakan metode klaster hirarki (single DAMAYANTI, WIJAYANTO | 9 linkage, average linkage, dan ward) dan metode klaster non hirarki (K-Means dan FCM). Hasilnya menunjukkan bahwa metode klaster hirarki terbaik adalah metode average linkage yang membentuk empat buah klaster di mana kabupaten/kota dengan karakteristik terbaik (dimensi pendidikan, kesehatan, dan daya beli yang tinggi) adalah Kepulauan Seribu, Bogor, dan 78 kabupaten/kota lainnya. Kemudian, metode non hirarki terbaik adalah metode FCM yang membentuk dua klaster, dengan karakteristik yang menonjol adalah wilayah kota memiliki karkateristik yang lebih baik dibandingkan wilayah kabupaten.
doi:10.29303/emj.v4i1.89 fatcat:643bzj6zsrajpedljzmxrhdgi4