PENGARUH MODEL LATIHAN DRY LAND SIRKUIT DAN LATIHAN RENANG SPRINT TERHADAP KEMAMPUAN KECEPATAN RENANG GAYA CRAWL 50 METER

Latiful Khobir, Farokie Eko, Hariyanto Hariyoko
unpublished
This study was conducted to determine the effect of dry land circuit training to crawl style swimming sprint ability of 50 meters. The method used in this research is the subject of quasi-experimental with the number of 20 athlete. Results of testing the hypothesis (1)there is significant effect of dry land circuit in crawl style swimming sprint of 50 meters. Results of testing the hypothesis (2) there is no significant effect on the sprint swimming training in crawl style 50 meters sprint.
more » ... meters sprint. Result of testing hypothesis (3)there is a difference of effects between dry land training circuit with an swimming sprint. Abstrak:Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh model latihan dry land sirkuit terhadap kemampuan kecepatan renang gaya crawl 50 meter.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan jumlah subjek 20 atlet. Hasil pengujian hipotesis (1) terdapat pengaruh yang signifikan model latihan dry land sirkuit terhadap kecepatan renang gaya crawl 50 meter.Hasil pengujian hipotesis (2)tidak terdapat pengaruh yang signifikan latihan renang sprint terhadap kecepatan renang gaya crawl 50 meter. Hasil pengujian hipotesis (3) terdapat perbedaan pengaruh antara latihan dry land sirkuit dengan latihan renang sprint. Kata kunci: latihan dry landsirkuit, latihan renang sprint, kecepatan renang gaya crawl. Di Indonesia, olahraga renang merupakan olahraga yang cukup familiar, hal ini di-sebabkan Indonesia merupakan negara kepulauan atau disebut juga sebagai negara maritim. Tujuan masyarakat Indonesia untuk berenang antara lain sebagai kegiatan rekreasi, sebagai kegiatan edukasi, sebagai sarana terapi dan sebagai kegiatan kom-petisi atau lomba. Menurut Roeswan dan Soekarno (1979:23) "renang adalah suatu olahraga yang dilakukan di air, dengan menggerakkan anggota badan atau meng-apung di air, dan seluruh anggota bergerak dengan bebas". Saat ini masyarakat Indonesia antusias melakukan aktivitas olahraga renang, hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya wahana-wahana rekre-asi akuatik di berbagai daerah, selain itu banyak didirikan perkumpulan renang untuk mencetak bibit atlet renang yang berprestasi. Pada olahraga renang prestasi dikenal beberapa nomor atau gaya yang diperlom-bakan antara lain, "gaya crawl (front crawl-stroke atau free style), gaya kupu-kupu (butterflystroke), gaya dada (breaststroke), dan gaya punggung (backcrawl atau backstroke) (Haller, 2011:16)". Menurut Sukintoko dan Sukarno (1979:23) renang adalah "suatu olahraga yang dilakukan di air, dengan menggerakkan anggota badan dan mengapung di air, dan seluruh badan bergerak dengan bebas". Beragam manfaat saat melakukan olahraga renang, antara lain sebagai sarana rekreasi, sebagai aktivitas untuk terapi atau kesehatan, sebagai akti-vitas pembelajaran, dan sebagai olahraga yang bersifat kompetitif. Selanjutnya Kurniawan (2012:25) menjelaskan bahwa "renang merupakan olahraga yang melom-bakan kecepatan atlet renang dalam berenang". Perenang yang dapat menyele-saikan jarak lintasan dengan cepat merupa-kan pemenang dalam sebuah perlombaan renang.
fatcat:vxoi5lmk2jgkbjgzfer7awqybu