STRATEGI MENDIDIK REMAJA BERBASIS PSIKOLOGI DAN KARAKTER ISLAMI

M Suparta, Dosen Ag, Tarbiyah Jurusan, Sas Stain, Babel
unpublished
Based on the analysis of psychologists, adolescent phase is often referred to "gowly age" which in this age, the adolescents become human figure or witless fool. Some says that in this age, teens can slip if only because the painting on the carpet. Among the possible reasons why teenagers are always in unstable position due to the growth and the development of teens bones long in the calves and arms so that they lose the harmony or balance. In this position, it is required a powerful strategy
more » ... powerful strategy in their education. One of strategies that can be adopted in order to educate the teenager being a good personality is psychology approach and Islamic character-based education. Through both of these approaches, the educators (teachers or parents) will know the correct way to educate teenager A. Pendahuluan Remaja merupakan mahkluk yang unik dalam sejarah kehidupan manusia. Dikatakan unik karena tiada satupun dari manusia yang tidak pernah merasakan beberapa peristiwa yang aneh ketika masa remaja. Keanehan tersebut terjadi bukan karena unsur kesengajaan atau mencari sendiri keanehan dalam diri, namun keanehan tersebut datang secara spontan bahkan terkadang datang pada saat tidak diharapkan. Inilah sebabnya pada masa remaja posisi hati, posisi jiwa, posisi pikiran dan perasaan bahkan posisi sikap dan perbuatan selalu dalam keadaan labil. Berdasarkan hasil artikel para psikolog, banyak anak pada fase remaja melawati usia ini dengan istilah "usia ketololan (gowly age)" dimana pada masa usia ini para remaja menjadi sosok manusia yang dungu alias tolol. Ada yang mengatakan bahwa pada masa ini remaja bisa terpeleset walaupun hanya karena lukisan di atas karpet. Diantara penyebabnya mengapa para remaja selalu dalam posisi labil dikarenakan adanya pertumbuhan dan perkembangan tulang-tulang
fatcat:ca7xrf4le5bhrfdex4teyqxysm