KAJIAN HUBUNGAN UNSUR IKLIM TERHADAP PRODUKTIVITAS CABE JAMU (Piper retrofractum Vahl) DI KABUPATEN SUMENEP (THE STUDY CORRELATION OF CLIMATE ELEMENT TO PRODUCTIVITY LONG PEPPERS (Piper retrofractum VAHL) IN SUMENEP DISTRIC)

Eko Setiawan
2009 unpublished
The study was conducted to determine the relationship between productivity long peppers (Piper retrofractum Vahl) with the elements of climate (rainfall, number of monthly rainfall, air temperature, and humidity) and utilize the extent that relationship to estimate production. Data collected with the survey and the relationship is determined by analyzing the coefficients correlation. Results of regression with productivity long peppers is Y = 10,567 + 3.90 (X1)-0012 (X2)-0078 (X3). Determinasi
more » ... (X3). Determinasi coefficient value (R2) of 0.82 or 82%. This indicates that the influence of independent variables (weather elements) can be explained on the dependent variable (production) of 82%. While 18% of the productivity of long peppers described by other independent variables that are not included in the model. Keyword : monthly rainfall, long pepers (Piper retrofractum Vahl) yield. ABSTRAK Kajian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara hasil tanaman Cabe jamu (Piper retrofractum Vahl) dengan unsur iklim (curah hujan, jumlah hujan bulanan, suhu udara, serta kelembaban) dan memanfaatkan taraf hubungan itu untuk memperkirakan produksi. Data dikumpulkan dengan survei dan hubungan tersebut ditentukan dengan menganalisis koefisien korelasi. Hasil regresi unsur cuaca dengan produktivitas cabe jamu adalah Y = 10.567 + 3.90(X1)-0.012(X2)-0.078(X3). Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.82 atau 82%. Keadaan ini menunjukkan bahwa pengaruh variabel independen (unsur cuaca) dapat menjelaskan terhadap variabel dependen (produksi) sebesar 82%. Sedangkan 18% dari produktivitas cabe jamu dijelaskan oleh variabel independen lain yang tidak dimasukkan dalam model. Kata kunci : curah hujan bulanan, produksi cabe jamu (Piper retrofractum Vahl), PENDAHULUAN Iklim merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Berdasarkan gambaran iklim akan dapat diidentifikasi tipe vegetasi yang tumbuh di lokasi tersebut. Pada kondisi tertentu pengaruh iklim terhadap vegetasi yang tumbuh di suatu tempat jauh lebih kuat dibandingkan dengan pengaruh tanah. Hal ini dapat dilihat pada tanah yang sama ternyata vegetasi penutupnya jauh berbeda akibat kondisi iklim yang berbeda. Untuk mengetahui apakah tanaman atau makhluk hidup lainnya dapat hidup sesuai pada iklim tertentu, diperlukan informasi iklim yang lebih rinci dari beberapa dekade dengan nilai rata-rata bulanan dengan pola sebarannya sepanjang tahun. Sedangkan untuk menduga keragaan tanaman, diperlukan informasi cuaca harian (Setiawan, 2009). Faktor-faktor cuaca yang sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah curah hujan, terutama untuk pertanian lahan kering, suhu maksimum dan minimum serta radiasi. Dengan mengetahui faktor-faktor cuaca tersebut, pertumbuhan tanaman, tingkat fotosintesis dan respirasi yang berkembang secara dinamis dapat disimulasi (Setiawan, 2009).
fatcat:bcutzvriz5fyffcihk5mb7alvi