Toleransi Beragama Dalam Alquran(Studi Tafsīr Al-Marāgī)

Euis Sri Wahyuni
2017 Zenodo  
Toleransi Beragama: Menghargai paham yang berbeda dari paham yang dianutnya sendiri, yang mengarah kepada sikap terbuka dan mau mengakui adanya berbagai macam perbedaan, baik dari segi suku bangsa, warna kulit, bahasa, adat-istiadat, budaya, serta agama. Ini semua merupakan Sunnatullah yang sudah menjadi ketetapan-Nya. Pandangan Alqurān mengenai Toleransi Beragama yaitu sangatlah rasional dan praktis serta tidak berbelit-belit. Namun, dalam hubungannya dengan keyakinan (aqidah) dan ibadah, umat
more » ... h) dan ibadah, umat Islam tidak mengenal kata kompromi. Dalam menafsirkan ayat-ayat tentang toleransi beragama, Ibnu Kathῑr dan al-Marāgī menafsirkan secara luas, dalam tafsirannya Ibnu Kathῑr selalu mencantumkan hadith juga pendapat para sahabat dan tabi'in untuk memperkuat penafsirannya. Ia juga menafsirkan Alqurān dengan Alqurān, kemudian hadiṡ, pendapat sahabat dan tabi'in. Sedangkan al-Marāgī dalam tafsirannya beliau selalu menuliskan ayat terlebih dahulu di awal pembahasan lalu diikuti dengan mengemukakan arti kosa kata dan dilanjutkan dengan mengemukakan asbabun nuzul jika ada. Titik persamaan tafsīr Ibnu Kathῑr dan al- Marāgī yaitu, tidak adanya paksaan untuk memasuki agama Islam, jangan saling mencemooh sesama umat muslim atau pun yang beragama selain Islam. Perbedaan tafsīr Ibnu Kathῑr dan al-Marāgī yaitu, terletak dari segi bahasa penulisan Ibnu Kathῑr dan al-Marāgi itu sendiri.
doi:10.5281/zenodo.1342123 fatcat:nolkyiyannconna7vrvkmlxday