PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN Urtica dioica L. SEBAGAI ANTI-AGING ALAMI DALAM SEDIAAN KRIM

Siti Maimunah, Zuhairiah Nasution, Amila Amila
2020 Jurnal Penelitian Saintek  
Di Indonesia, jelatang (Urtica dioica L.) umumnya hanya dianggap sebagai gulma. Daun jelatang mengandung senyawa metabolit sekunder yang bersifat antioksidan, diantaranya adalah flavonoid dan alkaloid sehingga berpotensi sebagai anti aging. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak daun jelatang dalam sediaan krim dan menguji efektivitas anti aging nya. Penelitian diawali dengan membuat ekstrak daun jelatang secara maserasi dengan pelarut etanol 96%, ekstrak dipekatkan dengan
more » ... katkan dengan rotary evaporator. Ekstrak diformulasikan dalam sediaan krim dengan variasi konsentrasi 0,2% (B), 0,3% (C), 0,4% (D) dan 0,5% (E). Sebagai blanko (A) digunakan basis krim tanpa penambahan ekstrak, dan pembanding krim anti-aging yang beredar di pasaran (F). Selanjutnya dilakukan uji organoleptik, uji iritasi dan uji efektivitas anti aging sediaan. Pengamatan dilakukan selama 28 hari dengan mengaplikasikan sediaan krim ke kulit punggung tangan sukarelawan dan perubahan kondisi kulit diukur setiap minggu dengan alat skin analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Jelatang dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan krim yang homogen, dengan pH 7, viskositas 28.000 cps, stabil dalam penyimpanan selama 28 hari, dan tidak mengiritasi kulit sukarelawan. Hasil analisis dengan skin analyzer menunjukkan perubahan kondisi kulit menjadi lebih baik yaitu kadar air bertambah, pori dan kerutan berkurang. Sediaan krim dengan konsentrasi 0,5% menunjukkan efektivitas anti aging terbaik.
doi:10.21831/jps.v25i2.34296 fatcat:zhzx567l2jgereajwj4xp73fd4