Distribusi Nitrat dan Fosfat Secara Spasial dan Temporal Saat

Barat Musim, Permukaan Di, Teluk Perairan, Bali Benoa, Wayan Ni, Taraning Sukma, Rahayu, Gede Hendrawan, Yulianto Suteja, Ilmu Kelautan, Fakultas Kelautan, Dan Perikanan
2018 Journal of Marine and Aquatic Sciences   unpublished
Benoa Bay is an estuary that effected by pollutan from river and human activity. Reasearch on spatial and temporal distribution of nitrate and phosphate has been conducted in Benoa Bay. Data was collected at water surface during ebb from December 2016 to Februari 2017. There were19 Sampling pointlocated in Benoa Bay and 6 pointslocated in rivers around Benoa Bay. Nitrate was analysed using Brucine method and phosphate was analysed using Amm-Molybdat method. The concentration of nitrate from
more » ... of nitrate from December 2016 to February 2017 ranged from 0,036 mg/L to 1,154 mg/L and the concentration of phosphate ranged from undetectedto 0,739 mg/L. The concentration of nitrate at rivers ranged from undetectedto 3,584 mg/L andthe concentration of phosphate ranged from undetectedto2,405 mg/L. The concentration of nitrate and phosphate from December 2016 to February 2017 was fluctuating and the highest average concentration of nitrat and phosphate was found in February 2017. These was due to high rainfall in February 2017 and cause a lot of organic matters carried by the rivers into Benoa Bay. The highest distribution concentration of nitrate and phosphate was found around estuary. These due to input of organic matters from mainland through the rivers. Based on water quality standards of Bali Goverment, the concentration of nitrate and phosphate was exceeds the seawater quality standart. Abstrak Teluk Benoa merupakan salah satu estuari yang mendapat masukan limbah dari sungai dan aktifitas manusia. Penelitian distribusi nitrat dan fosfat secara spasial dan temporal telah dilakukan di perairan Teluk Benoa. Pengambilan data dilakukan di permukaan air pada bulan Desember 2016 hingga Februari 2017 pada saat kondisi pasang menuju surut. Terdapat 19 titik di perairan Teluk Benoa dan di 6 titik muara sungai yang bermuara di Teluk Benoa. Metode untuk analisis nitrat yaitu dengan metode brusin, dan analisis fosfat dengan metode amm-molyddat. Konsentrasi nitrat dari bulan Desember 2016 hingga bulan Februari 2017 berkisar antara 0,036 mg/L hingga 1,154 mg/L dan konsentrasi fosfat berkisar antara tidak terdeteksi hingga 0,739 mg/L. Konsentrasi nitrat di sungai yg bermuara di Teluk Benoa berkisar antara tidak terdeteksi hingga 3,584 mg/L dan konsentrasi fosfat berkisar antara tidak terdeteksi hingga2,405 mg/L.Konsentrasi nitrat dan fosfat dari bulan Desember 2016 hingga bulan Februari 2017 memiliki nilai yang fluktuatif dan rata-rata tertinggi pada bulan Februari 2017 yang diduga diakibatkan oleh kondisi curah hujan yang tinggi sehingga masukan unsur hara yang melalui aliran sungai menjadi tinggi. Sebaran konsentrasi nitrat dan fosfat tertinggi didominasi terdapat di sekitar muara sungai. Tingginya konsentrasi tersebut diduga diakibatkan oleh masukan bahan organik dari daratan melalui sungai ke Teluk Benoa. Berdasarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 16 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Lingkungan Hidup dan Kriteria Baku Kerusakan Lingkungan Hidup, konsentrasi Nitrat dan Fosfat di semua titik pengambilan sampel pada setiap bulannya sudah melebihi baku mutu.
fatcat:cq7pidth4fbddoe62mbgoczrky