Peranan Faktor Imun dan Profil Protein dalam Penelitian dan Pengembangan Vaksin Malaria Iradiasi

Mukh Syaifudin
2014 Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education  
Pengembangan vaksin terhadap malaria yang merupakan penyakit yang mematikan tetap menjadi satu prioritas kesehatan masyarakat global, termasuk pemanfaatan parasit iradiasi sebagai bahan vaksin. Imunisasi dengan sporozoit iradiasi mampu memberikan imunitas protektif pada hewan coba dan sukarelawan. Mekanisme sistem kekebalan tubuh ini banyak dipelajari karena merupakan faktor penting dalam pengembangan vaksin, demikian halnya profil dan/atau ekspresi protein pasca iradiasi yang terkait erat
more » ... g terkait erat dengan keamanan dan aspek lain dari bahan vaksin. Meskipun telah melalui penelitian yang ekstensif, vaksin yang aman dan protektif belum dapat diperoleh karena masih diperlukan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai mekanisme imunitas dan protein dalam litbang malaria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sel limfosit T berperan penting dalam pengaturan respon imun dan pembentukan memori imunologik yang mengontrol dan mengeliminasi infeksi. Sitokin proinflamasi seperti interleukin-12 (IL-12), interferon-gamma (IFN-γ), dan tumor necrosis factor alpha (TNF-α) juga merupakan mediator esensial dari imunitas protektif pada malaria eritrositik. Berbagai pendekatan lain terkait respon imun seperti genetika molekuler saat ini sedang dilakukan. Studi juga menunjukkan bahwa profil protein bergantung pada beberapa faktor yang akan dibahas lebih lanjut dalam makalah. The development of vaccine against malaria as the deadly disease remains the global public health priority; and it includes the use of irradiated parasites as vaccine materials. Immunization with irradiated sporozoites could provide protective immunity in animals and volunteers. The mechanism of this body immunity system has been studied widely due to its important role in the development of vaccines and profiles and/or protein expression post-irradiation which are closely related to safety and other aspects of vaccine materials. Even though extensive research has been done, a safe and protective vaccine remains elusive because more deeply knowledge on immunit [...]
doi:10.15294/biosaintifika.v6i1.2929 doaj:ebd820869c874297bc6fdd2fbf8fe6dc fatcat:anwxxd4ue5cz7hwvsz6gksr6sy