Penerapan Standar Fasilitas Parkir Untuk Difabel Di RSUD Pasar Minggu

Nadya Amanta, Maria Immaculata, Ririk Winandari, Tundono, Program Studi, Sarjana Arsitek, Universitas Trisakti, Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti
2018 Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Lembaga Penelitian Universitas Trisakti   unpublished
ABSTRAK Berdasarkan Permenkes Republik Indonesia No. 24 Tahun 2016, bangunan Rumah Sakit harus menyediakan fasilitas yang dapat di akses oleh difabel termasuk lanjut usia, pada kenyataanya fasilitas tersebut di beberapa Rumah Sakit belum terpenuhi, salah satunya Rumah Sakit tersebut adalah Rumah Sakit Pasar Minggu. Makalah ini mendeskripsikan penerapan standar fasilitas difabel di area parkir dan drop off di RSUD Pasar Minggu. Metode yang digunakan adalah metode deduktif kuantitatif.Variabel
more » ... titatif.Variabel yang dikaji meliputi ketersediaan parkir difabel, signage, ram dan faktor yang mempengaruhi ketidak sesuaian terhadap standar.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa di area parkir, signage, dan ram belum memenuhi standar.Fasilitas tersebut batu terpenuhi sekitar 33%.Hal ini dapat dikatakan bahwa pada nilai rata-rata 33% kondisi fasilitas area parkir kurang baik.Tujuan dari makalah ini adalah mendapatkan faktor yang mempengaruhi ketidaksesuaian terhadap standar.Standar persyaratan teknis fasilitas tersebut penting untuk keamanan dan kenyamanan bagi difabel. Kata Kunci: rumah sakit, area parkir, drop off, signage, difabel I. PENDAHULUAN Setiap warga berhak mendapatkan kesempatan untuk menikmati pembangunan. Diantaranya adalah penyediaan fasilitas area parkir bagi difabel. Penyediaan fasilitas bagi difabel sangat penting untuk mempermudah penumpang bagi pengguna kursi roda. Kepedulian terhadap difabel dipertegas melalui Peraturan Menteri No. 30 Tahun 2006 mengenai persyaratan teknis fasilitas bangunan dan lingkungan. Fasilitas tersebut merupakan kelengkapan prasarana dan sarana di bangunan gedung dan lingkungannya sehingga dapat diakses dan dimanfaatkan oleh semua orang termasuk difabel. Penelitian tentang penerapan standar fasilitas telah dilakukan oleh beberapa peneliti. Winandari (2012) menjelaskan penerapan standar di ruang terbuka perumahan. Terkait difabel, Sukamto (2013) menjelaskan bahwa akses ke area parkir harus dirancang dengan aman dan nyaman bagi pengguna kursi roda. Bagi difabel dengan kehilangan penglihatan harus tersedia perbedaan warna dan tekstur lantai di jalan ke akses.Signage sangat penting sebagai penanda akses ke area parkir bagi para pengguna kursi roda. Parkir sebuah bangunan harus memiliki lebar 4.000 mm untuk memungkinkan ruang untuk diakses pada kedua sisi parkir, lebar minimum 3.700 mm diperlukan untuk kursi roda atau untuk penggunaan alat bantu mobilitas lainnya. Jika dua tempat parkir yang berdekatan ditunjukkan untuk para penyandang cacat, lebar total kedua ruang harus 7.400 mm, yang harus mencakup lorong 2.000 mm lebar akses memisahkan dua tempat. RSUD Pasar Minggu merupakan salah satu rumah sakit nasional di Jakarta, selayaknya harus menerapkan standar fasilitas area parkir dan drop off bagi difabel sesuai dengan kebijakan yang ada. Permen Pekerjaan Umum Republik Indonesia No. 29 Tahun 2006 yaitu setiap bangunan harus menyediakan fasilitas area parkir untuk menjamin kemudahan bagi difabel dan lansia keluar masuknya dari rumah sakit serta beraktivitas dalam bangunan rumah sakit secara mudah dan aman. Masalah yang timbul adalah belum terpenuhinya asas yang diperlukan bagi difabel.pada makalah ini mengjkaji mengenai standar ketersediaan area parkir, drop off, signage, ram. Pertanyaan yang timbul adalah apa standar keamanan area parkir dan drop off yang ideal dan apakah sudah memenuhi standar. Tujuan dari makalah ini adalah mendapatkan faktor yang mempengaruhi ketidaksesuaian terhadap standar, manfaat yag
fatcat:hxfthy6xtjcztgfwizb7rwya24