AL-MAHABBAH DALAM PANDANGAN SUFI

Oleh Damis
unpublished
Abstrak Al-Mahabbah merupakan keinginan kuat untuk bertemu dengan kekasih yang sangat dirindukan, dalam pandangan kaum sufí adalah Allah swt., sehingga dibutuhkan usaha yang keras untuk mencapainya, yaitu; dengan membersihkan diri dari segala bentuk dosa dan noda melalui maqam-maqam dan hal yang telah ditetapkan, sekalipun membutuhkan pengorbanan. Keinginan tersebut dapat tercapai jika Allah swt. menghendaki, karena al-mahabbah merupakan anugerah Allah swt. kepada hamba-Nya yang dikehendaki.
more » ... ang dikehendaki. Kata kunci; al-Mahabbah-Sufi dan Allah swt. A. Pendahuluan Kenyataan dalam masyarakat, jika berbicara tentang al-Al-mahabbah (cinta) lebih dipahami sebagaimana kisah Zalikha dengan Nabi Yusuf, cinta antara hamba dengan hamba yang berbeda jenis. Hal ini terlihat pada topik utama beberapa novel dan sinetron yang sangat laris dan disukai oleh sebahagian besar masyarakat saat ini, misalnya ayat-ayat cinta, ketika cinta bertasbih, cinta Fitri, dan lain-lain. Jadi, dari aspek sosiologi, dengan cinta yang kuat terhadap sesama manusia dapat menciptakan hubungan yang harmonis, tolong menolong, dan kasih mengasihi di antara meraka, sehingga tidak terjadi konflik, baik konflik antar pemeluk agama, maupun konflik akibat perbedaan strata sosial dan konflik yang lain. Sebaliknya, hilangnya rasa cinta akan menimbulkan malapetaka seperti pembunuhan, perampokan, penipuan yang banyak terjadi sekarang ini dalam masyarakat. Cinta kasih adalah ruh kehidupan dan pilar lestarinya umat manusia. Jika kekuatan gaya grafitasi dapat menahan bumi dan bintang-bintang untuk tidak saling berbenturan, maka cinta kasih itulah yang menjadi kekuatan penahan terjadinnya benturan di antara sesama manusia yang membawa kehancuran, sehingga lahirnya ucapan bahwa seandainya cinta dan kasih sayang itu berpengaruh dalam kehidupan
fatcat:mmf44r3dova2tjzsxrek4jgbby