Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) pada Ekosistem Mangrove Di Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul

Retno Kusumawiranti
2019 Jurnal Ilmiah Padma Sri Kreshna  
Kegiatan pengabdian ini merupakan tindak lanjut dari analisis situasi yang terjadi di sekitarpengelolaan hutan mangrove khususnya di wilayah Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul, yangmenunjukkan bahwa pemanfaatan hasil hutan bukan kayu salah satunya berupa wisata hutanmangrove bisa dikatakan belum sesuai dengan harapan. Salah satu sebabnya adalah ekowisatahutan mangrove dirasakan tidak menarik karena kurangnya pengetahuan masyarakat dan sentuhanatau dukungan dari berbagai pihak. Oleh karenanya
more » ... Oleh karenanya perlu dilakukan sosialisasi secara terusmenerus kepada masyarakat, melalui berbagai penyebaran informasi, pelatihan, ceramah,penyuluhan, promosi sehingga akan meningkatkan dan menumbuhkan rasa kepedulian untuk ikutmenjaga dan melestarikan hutan mangrove, serta terjadinya transaksi antara masyarakat di sekitarnya dengan pengunjung sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Metode yangdigunakan adalah metode ceramah dan dialog partisipatif. Upaya pengembangan program dankegiatan pengembangan ekowisata hutan mangrove merupakan peluang untuk dikembangkansebagai objek dan daya tarik. Selain itu lahan mangrove bisa dimanfaatkan untuk budidaya semialami komoditas yang memiliki habitat mangrove seperti kepiting bakau atau kerang bakau tanpaharus mengubah ekosistem mangrove; sementara komoditas lainnya seperti ikan dan udangmemerlukan genangan air yang harus mengubah sebagaian lahan mangrove menjadi tambak.
doi:10.37631/psk.v1i2.76 fatcat:ngcql3hxqvgxdgkojf54erlzki