PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR FIQH DENGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD DI MADRASAH

Ma'ruf Yuniarno
2017 JURNAL JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar)  
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan motivasi dan prestasi siswa melalui model cooperative learning tipe STAD (Student Team Achievement). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Resarch) dalam pembelajaran Fiqh menggunakan model cooperative learning tipe STAD (Student Team Achievement). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX A MTs Muhammadiyah Kasihan, Bantul tahun pelajaran 2015-2016. Hasil penelitian ini menunjukkan
more » ... ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar secara signifikan. Prosentase motivasi belajar siswa pada prasiklus sebesar 26%, siklus I pertemuan I sebesar 30%, pertemuan II naik menjadi 59%. Siklus II pertemuan I naik menjadi 60% kemudian pada pertemuan II menjadi 78%. Siklus III pertemuan I naik menjadi 79% dan pada pertemuan II naik menjadi 85%. Prestasi belajar siswa yang diperoleh pada siklus I pertemuan I sebesar 84,2%, pertemuan ke II naik menjadi 88,1%. Namun pada siklus II pertemuan I turun menjadi 85,1%, pertemuan II turun secara signifikan menjadi 62,9%. Siklus III pertemuan I penerapan cooperative learning tipe STAD ditingkatkan kembali sehingga prosentase yang diperoleh naik menjadi 97,8% dan pada pertemuan II naik menjadi 98,4%. Penerapan model cooperative learning tipe STAD dapat meningkatkan motivasi dan prestasi dengan melakukan modifikasi dalam hal; penggunaan media yang menarik, pengaturan tempat duduk, dan strategi pengelolaan kelas yang efektif. Kata kunci : Model Pembelajaran Cooperative Learning tipe STAD, motivasi dan prestasi PENDAHULUAN Ketercapaian tujuan pembelajaran tidak lepas dari peran seorang guru. Mulyasa (2013:9) mengatakan bahwa "aspek sikap, nilai, perasaan, motivasi, kepribadian, keteladanan, kebiasaan tidak akan mungkin dapat dihadirkan dalam sebuah pembelajaran kecuali kehadiran seorang guru" Senada dengan hal tersebut, salah satu peran guru sebagai pelaksana pendidikan yaitu menjadi motivator dalam pembelajaran. Musfah (2012: 42) mengatakan bahwa "guru harus bisa menjadi motivator bagi para muridnya, sehingga potensi mereka berkembang maksimal". Realita yang terjadi di MTs Muhammadiyah Kasihan motivasi siswa kelas IX A terhadap mata pelajaran fiqh masih rendah. Terbukti melalui hasil observasi masih terdapat siswa yang bermalas-malasan dalam pembelajaran, dari 34 siswa hanya 5 siswa yang aktif menjawab pertanyaan, sedangkan beberapa siswa tidur di kelas dan berbicara dengan teman sebangkunya, sehingga suasana kelas menjadi gaduh dan pembelajaran tidak kondusif. Sikap seperti ini menunjukkan diperoleh pada siklus I pertemuan I sebesar 84,2%, pertemuan ke II naik menjadi 88,1%. Namun pada siklus II pertemuan I turun menjadi 85,1%, pertemuan II turun secara signifikan menjadi 62,9%. Siklus III pertemuan I penerapan cooperative learning tipe STAD ditingkatkan kembali sehingga presentase yang diperoleh naik menjadi 97,8% dan pada pertemuan II naik menjadi 98,4%.
doi:10.26555/jpsd.v2i2.a5558 fatcat:mbx4gxbzbzfv7dberqak2i72ei