PENGARUH MARKETING MIX DAN SIKAP KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN MENGIKUTI KURSUS DI LPK PROGRESS PARE

Oleh, M Ruhamak, M Dosen, Fakultas Ekonomi, Universitas Kadiri
2016 Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Ekonomi   unpublished
The purpose of this study was to analyze the factors that influence consumer decisions through the marketing mix and consumer attitudes toward decisions follow a course in progress pare LPK, to see the extent to which decisions are taken through the marketing mix and the attitude towards the decision to follow a course in progress pare LPK. Descriptive analysis showed that the marketing mix variables (price, place, product, promotion, people, physical environment and processes) and consumer
more » ... s) and consumer attitudes positive influence on the decision to follow the course. Based on the research results, the hypothesis 1 which states, thought to have a positive pegaruh between factors (price, place, product, promotion, people, physical environment and processes) and consumer attitudes positive influence on the decision to follow a course in progress pare LPK. PENDAHULUAN Globalisasi yang melanda dunia akhir-akhir ini sangat berpengaruh pada dunia bisnis. Berbagai informasi mengenai kegiatan bisnis semakin mudah diperoleh. Informasi mengenai berbagai jenis produk (barang dan jasa), kualitas produk, distribusi dan pasar, harga, inovasi atau perubahan bentuk akan mengakibatkan perubahan penilaian dan minat masyarakat terhadap produk yang ada. Dunia pendidikan sebagai wujud dan simbol masyarakat modern sangat diperlukan manusia dalam tumbuh dan kembangnya. Saat ini dunia pendidikan bukan hanya sebagai dunia sosial yang non profit yang tidak mencari keuntungan semata, tetapi telah berkembang bentuk dan tempat-tempat pendidikan yang representatif yang juga bergerak di bidang bisnis dalam rangka penyiapan tenaga kerja menjadi satu bisnis yang baru yang sedang dikembangkan pemerintah dengan dikeluarkannya Undang-undang Sisdiknas dimana profesi guru adalah profesional yang sama dengan profesi dokter, advokat dan sebagainya. Demikian juga lembaga pendidikan yang harus berbadan hukum, hal ini berarti tidak jauh berbeda dengan badan hukum bisnis yang lain seperti UD, CV dan PT yang bergerak mencari keuntungan. Menurut Undang-undang Sisdiknas tahun 2003 pendidikan bahwa pendidikan dibagi menjadi dua bagian yaitu pendidikan formal yang berdasarkan tempat, waktu dan kegiatannya dilakukan secara teratur yang meliputi Pendidikan Dasar SD dan SMP dan pendidikan lanjutan SMA-SMK dan Perguruan Tinggi, sedangkan pendidikan non formal-informal adalah yang tempat, waktu dan kegiatannya berdasarkan kesepakatan pendidik, penyelenggara dan warga belajarnya.meliputi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) usia 2-4 tahun, Pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) usia 4-6 tahun, Pendidikan Keaksaraan Fungsional (KF) bagi buta huruf dan putus sekolah SD
fatcat:cj2ujhf4dnhjrarv6mtt2qiu3a