Studi Kasus Usaha Bapak Razali

Azrina, T Nur, Saiful Hurri, Mahasiswa Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim, Dosen Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim
2017 Jurnal S. Pertanian   unpublished
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Gampong Barat Lanyan Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen pada bulan Mei sampai Juli 2016. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha pada agroindustri Arang Tempurung di Gampong Barat Lanyan Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Untuk mengetahui layak atau tidaknya agroindustri arang tempurung yang diusahakan digunakan beberapa analisis saperti analisis biaya, pendapatan, keuntungan, B/C (Benefit Cost Ratio), Break Event Point (BEP) dan
more » ... t Point (BEP) dan Return of Invesment (ROI). Hasil penelitian diperoleh bahwa pendapatan yang diperoleh agroindustri arang tempurung adalah sebesar Rp. 15,600,000,-per bulan. Dengan total biaya yang dikeluarkan yaitu sebesar Rp. 12,202,243,-per bulan dan keuntungan yang didapatkan adalah sebesar Rp. 3,397,757,-per bulan yang berarti bahwa agroindustri Arang Tempurung yang dijalankan selama ini sudah menguntungkan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai B/C ratio sebesar 0,27 (>0). Nilai BEP produksi sebesar 4.693 menggambarkan bahwa minimal produksi yang harus dihasilkan sebesar 4.693 agar agroindustri Arang Tempurung ini tidak mengalami kerugian. Nilai BEP harga sebesar Rp.2,033 menggambarkan harga terendah dari produk yang dihasilkan adalah sebesar 2,033 nilai ROI yang diperoleh agroindustri Arang Tempurung adalah sebesar 27,8%. Persentase tersebut menunjukkan bahwa agroindustri Arang Tempurung yang dikelola oleh bapak Razali memiliki kemampuan mengembalikan biaya investasi sebesar 27,8%. Hal ini menunjukkan agroindustri arang tempurung layak dijalankan kerena nilai ROI yang diperoleh lebih besar dari bunga bank yang berlaku. Kata Kunci : Analisis Kelayakan, Agroindustri Arang Tempurung PENDAHULUAN Negara Indonesia adalah Negara agraris dimana sektor pertanian menjadi sektor yang sangat penting dalam membangun perekonomian nasional, letak Indonesia yang berada di iklim tropis yang sangat cocok untuk ditanami pohon kelapa. Keberadaan pohon kelapa di daerah tropis ini karena pohon kelapa bisa hidup dimana saja meskipun struktur tanah yang berlainan, hal ini terbukti banyak dijumpai pohon kelapa yang hidup di daerah pesisir pantai, dataran, maupun di daerah pegunungan. Menurut Kementerian Perindustrian Indonesia, Luas area tanaman kelapa pada tahun 2000 mencapai 3,76 juta ha, dengan total produksi diperkirakan sebanyak 14 milyar butir kelapa, yang sebagian besar (95%) merupakan perkebunan rakyat. Kelapa mempunyai nilai dan peran yang penting baik ditinjau dari aspek ekonomi maupun sosial budaya. Kelapa dikenal sebagai tanaman serbaguna karena semua bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan mulai dari daging buahnya untuk dijadikan kopra, minyak dan santan untuk keperluan rumah tangga, hasil sampingan lainnya seperti daun, lidi, batang, bahkan tempurung kelapa juga ikut dimanfaatkan. Tempurung kelapa yang sering dianggap limbah pertanian juga dimanfaatkan menjadi bahan baku untuk agroindustri arang tempurung. Indonesia sebagai salah satu Negara pengekspor arang tempurung mengekspor hampir 80 persen arang tempurung ke berbagai Negara, sedangkan 20 persen untuk kebutuhan dalam negeri. Aceh sebagai Propinsi yang terletak di ujung barat Indonesia juga merupakan salah satu provinsi yang ikut memasok ketersediaan arang tempurung, hampir berbagai daerah di Aceh ikut serta dalam menghasilkan
fatcat:wm4miomkn5gmhc5btyfz43ssj4