Desain Ruang Relaksasi untuk Stres di Perkotaan dengan Penerapan Biophilic Design

Jurnal Sains, Dan Seni Pomits
2017 unpublished
G104 Abstrak-Stres merupakan hal yang selalu dialami oleh setiap orang apalagi di daerah perkotaan. Banyak sekali hal-hal yang dapat mempengaruhi manusia menjadi stres. Faktor-faktor yang mempengaruhi stres dapat berasal dari lingkungan maupun individu itu sendiri. Stres itu sendiri merupakan bagian dari kehidupan manusia sehingga sangat sulit untuk dihindari. Stres dapat dikurangi dengan berbagai cara. Seperti melakukan beberapa aktivitas yang dapat membantu mengurangi stres contohnya
more » ... contohnya berlibur, berolahraga, bermain, melakukan relaksasi dan lainnya. Oleh karena itu objek arsitektur yang diusulkan untuk mewadahi aktivitas tersebut yang berupa sebuah healing space atau tempat relaksasi, dimana objek arsitektur yang dirancang dapat membantu mereduksi tingkat ke-stres-an dan menciptakan suasana yang tidak membuat seseorang menjadi stres di lingkungan kota itu sendiri. Kata Kunci-Stres, Stres Perkotaan, Healing Space, Ruang Relaksasi, Biophilic Design. PENDAHULUAN I. UNCULNYA berbagai masalah pada perkotaan menyebabkan orang yang tinggal di perkotaan mengalami stres. Banyak masyarakat perkotaan dari berbagai kalangan mengeluh dengan kondisi kota saat ini. Hingga kini masyarakat perkotaan tidak memiliki kualitas hidup yang baik dan sesuai kebutuhan. Dibandingkan dengan kondisi pedesaan, kondisi perkotaan memiliki kondisi lingkungan yang tidak lebih baik dari kondisi pedesaan. (Gambar1 dan Gambar 2) Kualitas hidup orang kota tentulah diukur dari beberapa parameter. Salah satunya adalah, apakah orang bisa merasa aman dan sejahtera. Apakah kehidupan spiritualnya merasa tenang hidup di kota. Kalau yang terjadi adalah orang merasa stres di jalan, stres di pekerjaan, dan kemudian ada stres di lingkungan tempat tinggal, itu berarti belum tenang secara spiritual. Kualitas hidupnya justru merosot. DK Halim, seorang arsitek yang kemudian mendalami ilmu psikologi, melihat bahwa stres perkotaan tidak hanya disebabkan oleh kondisi personal seseorang tetapi juga karena kondisi dan fasilitas kota yang tidak bersahabat. Umumnya kota-kota di Indonesia tidak dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memberi kenyamanan psikologis perkotaan bagi warga kota. Bahkan sangat jarang (mungkin tidak ada) kota yang dirancang dengan mempertimbangkan faktor psikologis warga kota [1]. Gambar 1. Ilustrasi. Gambar 2. Ilustrasi Lingkungan Terhadap Individu. Gambar 3. Diagram Konsep Menghadirkan Suasana Alam. Berdasarkan isu dan konteks yang diusung, respon yang diberikan adalah menciptakan kondisi atau suasana dimana masyarakat kota tidak merasa stress atau juga dapat mereduksi tingkat ke-stres-an pada seseorang. Tujuan dari objek rancangan ini adalah membuat ruang publik dengan fasilitas yang yang dapat mengurangi stress pada masyarakat di kota. Dengan berkurangnya stres yang dialami oleh masyarakat maka kualitas hidup mereka menjadi lebih baik.
fatcat:zafspns3hbc7ldnn4wn74ntuuq