KOALISI DOMINAN HUMAS DPR-RI SEBAGAI BOUNDARY SPANNER DALAM MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE MELALUI INFORMASI PUBLIK

Kurniawan Prasetyo
2016 Jurnal Media Kom   unpublished
This study aims to determine the role of public relations of DPR RI in the dominant coalition as boundary spanner for achieving good governance through public information. As the cornerstone of this study, researcher used the concept of the dominant coalition by James E. Grunig. The ability of a public relations that can be accepted by the dominant coalition in an organization cannot be separated from the role and function is as a strategic decision maker, boundary spanner, and strategic
more » ... nd strategic management. This study uses a constructivist paradigm with the case study method. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran humas DPR RI sebagai boundary spanner dalam koalisi dominan untuk mewujudkan good governance melalui informasi publik. Sebagai landasan dari penelitian ini, peneliti menggunakan konsep koalisi dominan oleh James E. Grunig. Kemampuan seorang public relations yang dapat diterima oleh koalisi dominan dalam suatu organisasi tidak terlepas dari peran dan fungsinya yaitu sebagai pembuat keputusan strategis, boundary spanner, dan manajemen strategis. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa Humas Sekretariat Jenderal DPR RI tidak termasuk ke dalam koalisi dominan organisasi dan tidak mewakili konsep yang digunakan dalam penelitian ini. Peran dan fungsi Humas sebagai boundary spanner dalam koalisi dominan berada pada Biro Pemberitaan Parlemen. Dalam mewujudkan good governance melalui informasi publik, koalisi dominan humas berada pada Biro Pemberitaan Parlemen dengan melakukan integrasi antara Humas dan unit kerja lain dalam lingkup internal Biro. Humas di DPR RI hanya merupakan nomenkratur (penamaan) saja, namun fungsi kehumasan sesungguhnya berada pada Biro Pemberitaan Parlemen. Kata Kunci: koalisi dominan, humas, good governance PENDAHULUAN Setiap organisasi pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai untuk dapat mengembangkan organisasi untuk dapat menjaga eksistensinya dan menjadikan organisasi yang kinerjanya baik secara fundamental. Dalam upaya mencapai tujuan organisasi tersebut, diperlukan proses pengambilan keputusan atau kebijakan di dalam organisasi. Proses pengambilan keputusan di dalam organisasi akan erat kaitannya dengan istilah koalisi dominan, yaitu pihak-pihak yang memiliki kewenangan lebih dalam memberi arah perkembangan organisasi. Koalisi dominan ini merupakan penentu dalam pengambilan keputusan dalam organisasi. Di sinilah peran dan fungsi public relations (Humas), dimana Humas haruslah menjadi bagian dari koalisi dominan di dalam organisasi. Humas idealnya harus berada pada leher struktur organisasi perusahaan dan ikut menjadi bagian dari koalisi dominan.
fatcat:7jillsdt7fdsznylks6a4rry7q