Pemahaman Peneliti Psikologi mengenai Besaran Sampel: Data dan Simulasi

Wisnu Wiradhany, Krisna Adiasto, Jony Eko Yulianto, Indra Yohanes Kiling
2019 Jurnal Psikologi  
The lack of knowledge on how to determine sample sizes in experiments is arguably one of the main reasons underlying the replication crisis in psychological science. We distributed a survey to Indonesian students and researchers concerning 1) familiarity and understanding of statistical concepts related to sample size determination, 2) current sample size determination practices in experiments, and 3) ideal sample sizes for experiments. Subsequently, we simulated expected statistical power
more » ... tistical power given the sample sizes reported in the survey. The results demonstrated that 1) while a majority of participants were somewhat familiar with statistical concepts related to sample size determination, they did not always endorse the correct and/or complete definition of each concept. Furthermore, 2) our participants relied on practical considerations in determining sample sizes. Consequently, 3) the reported sample sizes did not have sufficient power to detect small to medium effect sizes, which are commonly present in psychological science. Abstrak. Salah satu kendala utama yang melatarbelakangi krisis replikasi dalam psikologi adalah kurangnya pemahaman peneliti psikologi mengenai besaran sampel ideal dalam penelitian. Survei disebarkan kepada 354 mahasiswa dan peneliti psikologi untuk menanyakan 1) familiaritas dan pemahaman mengenai konsep-konsep statistika terkait penentuan besaran sampel, 2) kebiasaan menentukan besaran sampel penelitian, dan 3) pendapat mengenai besaran sampel ideal. Selanjutnya, menggunakan besaran sampel yang dilaporkan untuk mensimulasikan capaian kekuatan uji statistik (power). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) sebagian besar mahasiswa dan peneliti psikologi familiar dengan konsep-konsep statistika yang erat kaitannya dengan penentuan besaran sampel, namun memiliki pemahaman yang keliru dan/atau tidak utuh mengenai konsep-konsep tersebut, dan 2) mereka mengandalkan pertimbangan pragmatis dalam menentukan besaran sampel. Akibatnya, 3) besaran sampel yang dianggap ideal tidak memiliki kekuatan uji statistik yang cukup untuk mendeteksi besaran efek kecil dan sedang, yang umum ditemukan dalam penelitian-penelitian psikologi. Kata kunci: besaran efek; besaran sampel; kekuatan uji statistik; krisis replikasi 1 Korespondensi mengenai artikel ini dapat melalui: w.wiradhany@rug.nl
doi:10.22146/jpsi.24260 fatcat:73ssbmmksbfr3bcvovoefa4vbu