CONSILIUM Keefektifan Diskusi Crosses-Over Group untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa

Ananda Prasetyo, Dwi Nugroho, Sri Wiyanti, Chadidjah Husain, Abdat Program, Studi Bimbingan, Dan Konseling, Sebelas Maret
2017 CONSILIUM : Jurnal Program Studi Bimbingan dan Konseling First Published   unpublished
The objective of this research was to examine the effectivity of crosses-over group discussion to increase vocational students' creativity. Crosses-over group discussion was a discussion technique that every member of the group switching in certain period until there would be only one person left in the group. Quasi Eksperimental Design was used in this research. The students with low creativity level as the subject of the research. The subjects were divided into two groups, 25 students as
more » ... 25 students as experimental group and 25 students as control group. The instrument used in this research was creativity quisioner for doing pretest and posttest. The researcher used Mann-Whitney technique and clinical analysis to analyze the data. The result of Mann-Whitney test was 24.500 with 0,05 as the significance number (0,000<0,05). It showed that there were different scores between experimental group subject and control group subject after the subjects were given crosses-over group discussion as the treatment. The result proved crosses-group discussion increased the creativity of students at vocational school effectively. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan diskusi crosses-over group untuk meningkatkan kreativitas siswa. Diskusi crosses-over group adalah teknik diskusi yang setiap anggota akan berpindah kelompok secara bergantian dalam periode yang telah ditentukan sampai di dalam kelompok tersebut hanya terdapat seseorang anggota yang asli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental Design). Subjek penelitian adalah siswa yang memiliki skor kreativitas rendah. Subjek penelitian berjumlah 50 siswa yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu masing-masing 25 orang untuk kelompok eksperimen dan 25 orang untuk kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah angket kreativitas untuk melaksanakan pretest dan posttest. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik Mann-Whitney dan analisis klinis. Hasil analisis menunjukkan bahwa hasil uji Mann Whitney sebesar 24.500 dengan signifikansi sebesar 0,05 sehingga 0,000<0,05. Artinya, ada perbedaan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol setelah kelompok eksperimen diberikan treatment berupa diskusi crosses-over group. Hal tersebut menunjukkan bahwa diskusi crosses-over group efektif untuk meningkatkan kreativitas siswa SMK. Kata kunci: Bimbingan kelompok, Diskusi, Crosses-over Group, Kreativitas PENDAHULUAN Pertumbuhan dan perkembangan manusia berlangsung terus menerus sejak dalam kandungan, lahir sampai berhenti pada kematian. Pertumbuhan dan perkembangan dibagi menjadi empat periode antara lain masa anak, masa remaja, masa dewasa dan masa tua. Masa remaja menjadi hal menarik dalam pembahasan mengenai pertumbuhan dan perkembangan manusia. Menurut Rumini dan Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak ke masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek atau fungsi untuk memasuki masa dewasa. Pendapat tersebut menegaskan bahwa remaja bukan hanya mengalami perubahan fisik melainkan terjadi perubahan mental, emosional serta sosial. Masa remaja merupakan proses perubahan yang siginfikan yaitu pertumbuhan fisik yang cepat disertai dengan perkembangan mental serta emosi yang kuat. Semua perkembangan tersebut memerlukan pengelolaan fisik, psikis dan sosial, sehingga dapat membentuk nilai, sikap dan minat yang mampu mengarahkan individu untuk mencapai kedewasaan yang
fatcat:zzzes7g2g5amrm4btvzhuvlcym