Jurnal Teknik Lingkungan

Gendis Ayu Satiti Irawan, Mochammad Chaerul
2011 Jurnal Tehnik Lingkungan  
Abstrak: Di Kota Bandung sampah pengemas plastik memilki timbulan sebesar 0,49/orang/hari. Pemanfaatan timbulan tersebut didominasi oleh sektor informal seperti pemulung karena memiliki nilai ekonomis. Timbulan sampah pengemas plastik yang ada di sektor informal sebesar 10,1 kg/hari di tingkat pemulung, di tingkat lapak sebesar 50,6 kg/hari dan 1279,4 kg/hari di tingkat bandar. Timbulan plastik pengemas juga ditemukan di TPA dengan komposisi sebesar 22,36%. Timbulan tersebut dapat dijadikan
more » ... dapat dijadikan sebagai potensi untuk dijalankannya program EPR di Kota Bandung. Sesuai dengan UU No 18 Tahun 2008 Pasal 15 yang mewajibkan produsen untuk mengelola sampahnya. Kewajiban produsen tersebut dapat dipenuhi dengan bantuan pihak ketiga yaitu PRO. Tugas dari PRO adalah sebagai perpanjangan dari produsen untuk melakukan kegiatan pengumpulan dan pengelolaan sampah pengemas yang seluruhnya didanai oleh produsen atau sebagian dari subsidi pemerintah. Dalam mengumpulkan sampah pengemasnya, produsen dapat melibatkan pihak-pihak tertentu seperti konsumen, retailer, dan pelaku daur ulang di sektor informal, kerjasama tersebut dijalin dengan bantuan PRO. Penarikan kemasan dari konsumen dapat dilakukan dengan deposit-refund di retailer, depot pengumpulan khusus yang dibangun produsen atau langsung diangkut oleh petugas kebersihan. Kata kunci: daur ulang, deposit-refund, EPR, PRO, sampah kemasan plastik, Abstract : Plastic packaging waste in Bandung has a generation of 0.49 / person / day, use of the generation is dominated by the informal sector such as scavenger because it has economic value. Plastic packaging waste in informal dirty of 10.1 kg / day in the level of scavengers, in the shanties of 50.6 kg / day and 1279.4 kg / day at the airport. The generation of plastic packaging was also found in a landfill with a composition of 22:36%. generation such as the potential for the exercise of EPR programs in the city of Bandung, in accordance with UU No 18 of2008 Section 15 which obligate the manufacturers to manage their packaging waste. In collecting plastic packaging waste, manufacturers can involve certain parties such as consumers, retailers, and actors in the informal sector recycling. Withdrawal of consumer packaging can be done with a deposit-refund on retailers, special collection depot built by the manufacturer or directly transported janitor.
doi:10.5614/jtl.2011.17.2.3 fatcat:34ardey2b5d7joyqrlyfitekni