FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN LESI PRAKANKER SERVIKS DI PUSKESMAS PADANG PASIR KOTA PADANG

Lisa Rahmawati, Mahdalena Prihatin Ningsih
2020 Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)  
ABSTRAK Kanker serviks merupakan penyebab kematian kedua kanker pada wanita di negara negara berkembang termasuk Indonesia. Lesi prakanker serviks adalah perubahan inti sel sebelum menjadi inti sel kanker. Lesi prakanker serviks dapat berkembang menjadi kanker bila tidak dideteksi lebih awal. Wanita yang melakukan deteksi dini kanker serviks dengan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Puskesmas Padang Pasir pada tahun 2017 sebanyak 656 orang dan 1.225 orang pada tahun 2018. Tujuan dari
more » ... 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Lesi Prakanker Serviks di Puskesmas Padang Pasir. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desain kasus kontrol. Penelitian dilakukan pada tanggal 28 Desember 2019 sampai 11 Januari 2020. Populasi adalah seluruh wanita yang melakukan pemeriksaan IVA di Puskesmas Padang Pasir Kota Padang tahun 2018. Pada kelompok kasus terdapat 56 sampel yang diambil secara simple random sampling dan pada kelompok kontrol terdapat 56 sampel yang diambil secara systematic random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan aktifitas seksual dini dengan lesi prakanker serviks (p=0,023, OR=2,583), tidak ada hubungan merokok dengan kejadian lesi prakanker serviks (p=0,438), ada hubungan paritas dengan kejadian lesi prakanker serviks (p=0,002, OR=3,587), tidak ada hubungan riwayat kanker serviks pada keluarga dengan kejadian lesi prakanker serviks (p=0,124), dan ada hubungan usia dengan kejadian lesi prakanker serviks (p=0,000, OR=7,222). Kesimpulan penelitian ada hubungan aktifitas seksual dini, paritas dan usia dengan kejadian lesi prakanker serviks dan tidak ada hubungan merokok dan riwayat kanker serviks pada keluarga dengan kejadian lesi prakanker serviks. Peneliti berharap peranan petugas kesehatan khususnya bidan dapat mengurangi angka kejadian aktifitas seksual dini dan jumlah paritas berisiko dengan melakukan promosi kesehatan secara personal maupun kelompok.
doi:10.36743/medikes.v7i2.245 fatcat:mkiixd75zbec3fpnoxeun2dvx4