KONTRIBUSI SAINS DALAM MENENTUKAN KUALITAS HADIS

M Idham, Aditia Hasibuan, Achyar Zein, Sulidar, M Co, Pascasarjana Uin, Sumatera Utara, M Co, Pascasarjana Uin, Sumatera Utara
unpublished
Alquran dan Hadis adalah dua sumber ajaran Islam yang tidak dapat dipisahkan antara satu dan lainnya. Salah satunya adalah landasan umat Islam setelah Alquran, yakni Hadis. Hadis yang berasal dari Rasulullah SAW. tidak hanya bercerita tentang tauhid, akhlak, teologi, fiqih, maupun ibadah, akan tetapi juga bercerita tentang beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan umum atau sains. Dalam berbagai kitab hadis ada beberapa hadis yang secara tekstual dapat dipahami dengan mudah, akan
more » ... an mudah, akan tetapi ada beberapa hadis yang mana harus ditelaah dari sisi kontekstualnya. Ada beberapa hadis dari Rasulullah SAW. yang notabene nya sudah memiliki kualitas yang sahih tetapi masih dianggap ganjil (musykil) dalam pemahamannya. Banyak sekali perdebatan tentang sebuah hadis yang masih bersifat musykilwalaupun sudah berstatus sahih. Terlebih lagi hadis-hadis sahih yang berkaitan dengan saintifik. Beberapa ilmuwan kontemporer masih tidak memercayainya, dan sebagian lainnya hanya menelitinya untuk mencari kebenaran dalam hadis tersebut. Adapun metode yang digunakan dalam pembahasan ini adalah penelitian kualitatif, studi pustaka, dimana penulis menelusuri sanad dari sebuah hadis dari berbagi kitab sumber asli dari hadis yang berkaitan. Penelitian matan yang mana peneliti melihat matan dari sisi kontekstual, dan menjelaskan maksud dari matan hadis dengan membandingkannya dengan hadis lain, pandangan ulama, maupun temuan ilmiah kontemporer. Setelah mengadakan penelitian terhadap sanad, dan matan secara kontekstual, dan juga penelitian ilmiah kontemporer, maka dapat diketahui bahwa hadis-hadis yang diteliti semuanya berkualitas sahih, begitu juga matannya yang seharusnya dipahami secara kontekstual bukan dari sisi tekstual semata. Kata Kunci: Kontribusi Sains,Kualitas Hadis Pendahuluan Hadis atau yang disebut dengan sunnah sebagai sumber ajaran Islam yang berisi penyataan, pengamalan, pengakuan dan hal ihwal Nabi saw. yang beredar pada masa Nabi Muhammad saw. hingga wafatnya, 1 disepakati sebagai sumber ajaran Islam setelah Alquran, 2 dan isinya menjadi hujjah (sumber otoritas) keagamaan. Oleh karena itu, umat Islam pada masa Nabi Muhammad saw. dan pengikut jejaknya, menggunakan Hadis sebgai hujjah keagamaan yang diikuti dengan mengamalkan isinya dengan penuh semangat, kepatuhan dan ketulusan. Dalam praktik, di samping menjadikan Alquran sebagai hujjah keagamaan, mereka juga menjadikan
fatcat:blx5j7zqkbeetk2zsm4xdy5epq