EKSTRAK BUNGA WARU (Hibiscus tiliaceus) SEBAGAI INDIKATOR ASAM-BASA Extracts of Hibiscus tiliaceus as An Acid-Base Indicator

Frantauansyah, Siti Nuryanti, Baharuddin Hamzah
2013 J. Akad. Kim   unpublished
Keywords: Hibiscus tiliaceus, indicators, acid-base. Pendahuluan Tanaman waru (hibiscus tiliaceus) suku kapas-kapasan atau malvaceae, dikenal sebagai waru laut atau pantai dan lama dikenal sebagai pohon peneduh tepi jalan atau tepi sungai dan pematang serta pantai. Walaupun tajuknya tidak terlalu rimbun, tanaman ini disukai karena akarnya tidak dalam sehingga tidak merusak jalan dan bangunan di sekitarnya. Di Indonesia tumbuhan ini memiliki banyak nama seperti: baru (Gayo, Belitung, Sumba);
more » ... litung, Sumba); baru dowongi (Ternate, Tidore); waru (Sunda, Jawa, Bali, Flores); haru, halu, faru, fanu (aneka bahasa di Maluku); dan kalibau (Palu). Tanaman waru selama ini banyak dikenal masyarakat hanya sebagai tanaman liar. Terkadang masyarakat kurang memanfaatkan tanaman ini sehingga hanya dibiarkan begitu saja. Padahal, tanaman bunga waru ini mempunyai banyak manfaat yaitu sebagai obat tradisional, pendingin bagi sakit demam, membantu pertumbuhan rambut, obat batuk, obat diare berdarah/ berlendir dan amandel (Heyne, 1987; Adhirajan, dkk, 2003; Adje, dkk, 2008). Bunga waru dapat dijadikan zat warna alami, karena pada bunga waru, terdapat pigmen warna yaitu antosianin. Antosianin dari berbagai tanaman semakin banyak digunakan dalam industri makanan dan obat-obatan karena warnanya menarik dan aman bagi kesehatan (Maganha, dkk, 2010). Warna antosianin sangat dipengaruhi oleh struktur antosianin serta derajat keasamaan (pH). Antosianin cenderung tidak berwarna di daerah pH netral, di dalam larutan yang pHnya sangat asam (pH<3) memberikan warna merah yang maksimum, sedangkan di dalam larutan alkali (pH 10,5) pigmen antosianin mengalami perubahan warna menjadi biru (Torskangerspoll & Anderson, 2005; Einbond, dkk, 2004; Chen, dkk, 2003). Hibiscus tiliaceus is a tribe or cottons malvacea, it is known as sea hibiscus. This plant has been known for a long time ago. It is known as a shade tree in the curb or in the edge of the river and as the embankment along the coast. Although, the canopy is not too dense, it is preferred because its roots are not deep into the soil. So, it does not damage the roads and buildings. This study of hibiscus flower extract has been done. It proved that there was indicator acid-base. Hibiscus flower washed with distilled water, cut into small piece, then add dissolved acetate ethyl and macerated. After that, filtered and residue re-extracted filtering results with absolute ethanol. Extract filtered by using gauze filter, then filtered it again with paper filter paper. The filtrate is ready to use as as acid-base indicator. After that, evaluated with benchmark indicators phenolphthalein and orange methyl to titrate acid-base such as : a strong base with a strong acid, a weak base with a strong acid and a strong base with a weak acid. The resultof survey revealed that the indicator of hibiscus flower extracts indicate the equivalence point in the titration result equivalent to the comparison indicator. The result showed the indicator of the hibiscus flower extract can as a substitute to synthetic indicator (phenolphthalein and orange methyl) has been used.
fatcat:qjkoqswn7jdepn5a7xtg2mas7i