Save Jakarta": Semiotic Analysis of Political Message of Jakarta Governor Candidate Jokowi-Ahok

Emmy Poentarie, Balai Pengkajian, Pengembangan Komunikasi, Informatika Yogyakarta, Jl Imogiri Barat, Km, Telp Faks, Yogyakarta
2014 unpublished
Abstrak Penelitian ini berawal dari munculnya fenomena penggunaan internet untuk kampanye politik pasangan kandidat Gubernur/Wakil Gubernur Joko Widodo/Basuki Tjahaja Purnama pada Pemilukada DKI Jakarta 2012-2017 melalui permainan "Selamatkan Jakarta" secara online. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pesan politik yang dikomunikasikan melalui simbol-simbol dalam permainan online tersebut dengan menggunakan metode analisis semiotika model Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
more » ... n menunjukkan bahwa game online "Selamatkan Jakarta" membangun mitos serta mengandung ideologi yang dikomunikasikan untuk mempengaruhi pandangan publik terhadap Jokowi sebagai tokoh pembaharu Jakarta, yang dibentuk melalui simbol-simbol yang mengandung pesan-pesan politis. Menokohkan Jokowi: Sebagai pribadi yang dapat dipercaya, bersih dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN). Sosok pimpinan yang merakyat, memiliki perhatian dan mengayomi semua warga masyarakat. Sebagai pribadi yang komunikatif, mengedepankan pendekatan persuasif. Kata kunci: game online, "Selamatkan Jakarta", Jokowi. Abstract This study started with the emergence of Internet use phenomena in political campaign of Governor and Vice Governor candidate Joko Widodo/Basuki Tjahaja Purnama during Jakarta provincial election in 2012-2017 through the online game of "Save Jakarta". The purpose of the study is to analyze political message communicated over symbols in the online game using Roland Barthes' semiotic analysis method. The result shows that the online game of "Save Jakarta" has built certain myths and contain ideology communicated to influence public's view of Jokowi as a reformer that was built through symbols containing political messages. It features Jokowi as a trusted public figure, free from Collusion, Corruption and Nepotism. A populist figure, caring and protective to all people. As a communicative person, Jokowi prioritizes persuasive approach.
fatcat:tflfu65kxbgr3gx7nnbhsaa3zi