APLIKASI ALARM WEKER BERBASIS ANDROID DENGAN ALGORITMA FISHER YATES SHUFFLE UNTUK MENGACAK PERTANYAAN

Ihya Ulumuddin Banyumanis, Devi Fitrianah
2017 Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer   unpublished
ABSTRAK Tujuan dari pembangunan aplikasi ini adalah untuk membuat aplikasi berbasis android yang dapat membuat sekaligus mengacak pertanyaan Matematika sebagai syarat menghentikan alarm pada aplikasi weker. Untuk pengembangannya, penulis menggunakan pendekatan model Waterfall yang terdapat lima tahap yaitu: analysis, design, coding, testing dan maintenance, dengan bahasa pemrograman Java. Algoritma Fisher Yates Shuffle menentukan operand dan operator secara acak, sehingga pertanyaan yang
more » ... tanyaan yang disajikan merupakan kombinasi antara operand dan operator yaitu dari angka 0 hingga angka 99 dan terdapat operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian serta pembagian yang dibentuk secara acak. Berdasarkan metode pengujian Black Box disimpulkan bahwa aplikasi yang dibangun dapat berjalan sesuai dengan rancangan. Kata Kunci: algoritma Fisher Yates Shuffle, aplikasi weker, aplikasi android, algoritma acak I. PENDAHULUAN Bagi sebagian orang, bangun pagi adalah hal yang mudah, tidak perlu alarm, tidak perlu dibangunkan, mereka akan bangun pada waktu yang baik dan memiliki banyak energi di pagi hari, orang seperti ini disebut morning person [1]. Di sisi lain, ada juga manusia yang susah jika harus bangun pagi. Banyak faktor yang mempengaruhi sehingga sulit bangun pagi. Salah satunya adalah tidur terlalu malam. Tidur merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh setiap orang. Setiap orang memerlukan kebutuhan istirahat dan tidur yang cukup agar tubuh dapat berfungsi secara normal. Pada kondisi istirahat dan tidur, tubuh melakukan proses pemulihan untuk mengembalikan stamina tubuh hingga berada dalam kondisi yang optimal [2]. Berdasarkan hasil penelitian oleh National Sleep Foundation di Amerika tahun 2006, lebih dari 36% dewasa muda usia 18-29 tahun dilaporkan mengalami kesulitan untuk bangun pagi dibandingkan dengan 20% pada usia 30-64 tahun dan 9% di atas umur 64 tahun. Selain itu, hampir seperempat dewasa muda (22%) sering terlambat masuk kelas atau bekerja karena sulit bangun tidur dibandingkan dengan 11% pada pekerja usia 30-64 tahun dan 5% di atas umur 64 tahun dan 4% dewasa muda mengeluh mengantuk ketika beraktivitas sekurangnya 2 hari dalam seminggu atau lebih [3]. Tidur adalah proses aktif, bukan sekedar tidak terjaga. Tingkat aktivitas otak keseluruhan tidak berkurang selama tidur. Selama stadium-stadium tidur tertentu, penyerapan oksigen oleh otak bahkan meningkat melebihi tingkat terjaga normal. Siklus tidur-jaga adalah variasi siklis normal dalam kesadaran mengenai keadaan sekitar. Berbeda dengan keadaan terjaga, orang yang sedang tidur tidak secara sadar waspada akan dunia luar, tetapi tetap memiliki pengalaman kesadaran dalam batin seperti mimpi. Selain itu, mereka dapat dibangunkan oleh rangsangan eksternal, misalnya bunyi alarm [4].
fatcat:csam3pxev5cuxjwue7ofk3uis4