Potensi Penerapan Konsep Ekologi Industri Untuk Mengatasi Limbah Peternakan Dan Pertanian Kelompok Tani

Shafwan Amrullah, Theresia Evila Purwanti Sri Rahayu, Cyrilla Oktaviananda
2020 Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL)  
Abstrak Sektor pertanian dan peternakan meruapakan penyumbang terbesar kerusakan lingkungan. Dimana dari total sumber gas rumah kaca nasional, sektor pertanian menyumbang 13,6%. Dari data tersebut, perlu adanya design yang tepat untuk menangani masalah ini. Salah satunya adalah dengan menerapkan konsep ekologi industri sebagai solusi terbaik untuk menangani masalah ini. Sehingga pada penelitian ini dilakuakn perhitungan kuantitatif untuk mengetahui potensi penerapan konsep ekologi industri pada
more » ... ologi industri pada sektor pertanian dan peternakan di Kelompok Tani Tojang Maju 3 yang berlokasi di Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa tenggara Barat. Penelitian dilakukan dengan perhitungan kuantitatif limbah yang dihasilkan oleh sektor peternakan serta pertanain kelompok tani, yang selanjutnya dilakukan proses disain model ekologi industrinya. Dari hasil penelitian ini didapatkan disain berupa penggunaan pupuk organik cair (POC) di sektor pertanian sebanyak 280,5 liter untuk padi, 37,4 liter untuk pertanian cabe, dan 37,4 liter untuk pertanian kol serta selebihnya (2.281 liter) dijual sebagai sumber ekonomi kelompok tani. Sedangkan jerami yang dihasilkan oleh pertanian padi (57.000 kg) digunakan sebagai pembuatan silase di sektor peternakan dengan kebutuhan sebesar 4.957,2 kg. Jerami padi juga dimanfaatkan pada sektor pertanian cabe sebagai mulsa dengan kebutuhan sebesar 1.140 kg dan selebihnya (50.903 kg) dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi gas sintetik untuk sumber energi kelompok tani. Sedangkan sisa hasil pertanian cabe dan kol seluruhnya digunakan sebagai bahan baku biogas dengan massa sekitar 70.300 kg yang langsung dimanfaatkan oleh kelompok tani sendiri. Untuk fases sapi sebanyak 5.355 kg diumpankan ke digester biogas sebagai bahan baku biogas peternakan untuk konsumsi kelompok tani, dengan potensi gas sebesar 535,5 m 3 . Dengan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa, konsep ekologi industri akan berdampak sangat baik dalam menangani bahkan mengeliminasi timbunan limbah dari sektor pertanian dan peternakan terutama di Kelompok Tani Tojang Maju 3. Kata kunci: krisis lingkungan, ekologi industri, pertanian, peternakan, limbah 2 1 Abstract The agriculture and livestock sector is the biggest contributor to environmental damage. Where from the total national sources of greenhouse gases, the agricultural sector accounted for 13.6%. From this data, there needs to be an appropriate design to deal with this problem. One way is to apply the concept of industrial ecology as the best solution to deal with this problem. So that in this study quantitative calculations were carried out to determine the potential application of the concept of industrial ecology in the agriculture and animal husbandry sector in the Tojang Maju 3 Farmer Group located in Masbagik District, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. The study was conducted with a quantitative calculation of waste generated by the livestock sector as well as farmer group questions, which then carried out the design process of the industrial ecological model. The results obtained the use of liquid organic fertilizer (POC) in the agricultural sector as much as 280.5 for rice, 37.4 for chilli farming, and 37.4 liters for cabbage farming and the rest as sources of economics. Whereas straw produced by rice farming (57,000 kg) is used as silage in the livestock sector with a demand of 4,957.2 kg. Rice straw is also used in the chilli agriculture sector as mulch with a requirement of 1,140 kg and the rest (50,903 kg) is used as raw material for the production of synthetic gas for energy sources of farmer groups. While the rest of the chilli and cabbage agricultural products are used as raw material for biogas with a mass of around 70,300 kg which is directly utilized by the groups. For cow as much as 5,355 kg is fed to the biogas digester as biogas for the consumption of farmer groups, with a gas potential of 535.5 m 3 . Konsep Ekologi Industri awalnya diperkanalkan sebagai konsep yang digunakan untuk melakukan proses effisiensi terhadap permasalah ekologi yang disebabkan karena pembuangan limbah suatu industri (Mena dkk., 2016). Secara umum ekologi industri berbicara tentang interaksi antara masyarakat, industri serta lingkungan. Dimana tujuan utamanya adalah menyelaraskan antara aspek lingkungan, manajemen industri, ekonomi, hingga sosiologis (Allenby and Graedel, 1993). Secara sederhana, konsep ini bertujuan untuk mengurangi limbah industri dengan memanfaatkan limbah yeng merupakan bahan baku untuk industri turunannya. Sebagai contoh, dengan memanfaatkan hasil industri pertanian untuk pembuatan kompos organik, sehingga dapat digunakan oleh industri pupuk untuk menghasilkan pupuk organik yang bernilai ekonomi tinggi dan dapat dikembalikan ke pertanian. Selain masalah lingkungan, dengan melihat tujuan dan bentuk konsep Ekologi Industri, beberapa permasalahan dapat dipecahkan, terutama masalah energi dan ekonomi. Salah satunya adalah pemanfaatan limbah organik atau limbah peternakan sapi sebagai biogas yang dihasilkan dari proses anaerobik (Tang dkk., 2016). Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dan perancangan konsep Ekologi Industri dalam mengatasi masalah lingkungan yang dihasilkan dari limbah pertanian dan peternakan Kelompok Tani Tojang Maju 3, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok timur, Nusa Tenggara Barat. Penelitian dilakukan dengan sistem perhitungan kuantitatif berupa pengukuran secara nyata di lapangan, wawancara, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini berupa disain menyeluruh tentnag penerapan konsep Ekolohi Industri dalam rangka mewujudkan sistem pertanian dan peternakan terintegrasi.
doi:10.35970/jppl.v2i2.293 fatcat:3jvao27igjg4zno6cnk6q6oq5m