SUPPLY CHAIN MEASUREMENT AND IMPROVEMENT SME LAPIS BOGOR SANGKURIANG TO INCREASE THE SME COMPETITIVENESS

Fatimatuzzahro Diah, Rizal Syarief, Dan Marimin
2016 Jurnal Teknologi Industri Pertanian   unpublished
Nowaday, the rate of growth and development small medium enterprise (SME)is in line with increasing enterprise competition. In modern competition today is focusing not only with other company, but also become the competition against supply chain. Therefore, the enterpreneurs have to prepare strategies to fix supply chain for increase SME competitiveness. Lapis Bogor Sangkuriang (LBS) becoming the first inovative of taro sponge cake which is known as signature snack in Bogor. This research aimed
more » ... This research aimed to identified supply chain condition, measured supply chain performance based Supply Chain Operation Reference (SCOR) and chosed the priority strategy to improve the supply chain condition with Technique Order Preference Similiarity to Ideal Solutions (TOPSIS). The supply chain pattern of Lapis Bogor Sangkuriang (LBS) consisted of direct supply from supplier to manifacture of LBS and indirect supply or through the cooperative. The supply chain measurement in LBS used SCOR and combined with Analytical Hierarchy Process (AHP) produced the performance scor of 68.5% with the matrix SCORs that had to be improve were upside supply chain adaptability (26.6%) and flexibility (37.5%). The priority strategy to improve the supply chain performance based on TOPSIS was increasing machine and labour productivity. ABSTRAK Pertumbuhan dan perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang saat ini meningkat sejalan dengan tingkat persaingan. Fokus persaingan modern saat ini bukan hanya antar perusahaan, namun sudah menjadi persaingan antar rantai pasok. Oleh karena itu pengusaha harus sudah mempersiapkan strategi yang tepat untuk memperbaiki kinerja rantai pasok untuk meningkatkan daya saing UKM. Lapis Bogor Sangkuriang (LBS) merupakan usaha inovatif pertama yang membuat olahan bolu dengan bahan baku talas, yang saat ini menjadi oleh-oleh khas Kota Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi rantai pasok UKM LBS, mengukur kinerja rantai pasok UKM LBS berdasarkan model Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan memilih prioritas strategi untuk memperbaiki kinerja rantai pasok UKM LBS menggunakan metode Technique Order Preference Similiarity to Ideal Solutions (TOPSIS). Pola rantai pasok UKM LBS terdiri dari aliran langsung dari pemasok ke pabrik dan aliran tidak langsung atau melalui koperasi. Pengukuran kinerja rantai pasok UKM LBS menggunakan kombinasi SCOR dan Analytical Hierarchy Process (AHP) menghasilkan nilai keseluruhan sebesar 68,5% dengan nilai matriks yang harus diperbaiki adalah matriks adaptasi (26,7%) dan fleksibilitas (37,5%) terhadap peningkatan permintaan. Strategi yang diprioritaskan berdasarkan metode TOPSIS adalah meningkatkan produktivitas kinerja mesin dan tenaga kerja. Kata kunci: daya saing, pengukuran, perbaikan, rantai pasok, usaha kecil menengah PENDAHULUAN Pembangunan dan pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi (Sriyana, 2010). Pertumbuhan ekonomi nasional sangat ditentukan oleh dinamika perekonomian daerah, sedangkan perekonomian daerah pada umumnya ditopang oleh kegiatan ekonomi yang berskala kecil dan menengah (Hamid, 2010). UKM menjadi salah satu penyumbang solusi terbesar dalam permasalahan pengangguran dan peningkatan mutu masyarakat di Indonesia. Diperkuat dengan adanya data dari Badan Pusat Statistik tahun 2012 menyatakan jumlah UKM mencapai sekitar 99% dari populasi unit usahaserta menampung lebih dari 92% jumlah tenaga kerja dan menyumbang laju pertumbuhan sekitar 3,0% dari 5,0% tingkat pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini menunjukkan tingkat laju pertumbuhan usaha yang lebih tinggi dibanding usaha-usaha besar.
fatcat:ebgfe2t2sbhxphqna6qgls3pya