IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMASARAN DALAM RANGKA MEMBANGUN CITRA (IMAGE) MASYARAKAT TERHADAP PUSKESMAS

Ristrini, Pusat Penelitian, Pengembangan Sistem, Kebijakan Kesehatan, Badan Litbangkes
unpublished
In autonomy era, public health center demanded become customer-driven government that paying attention on needs and wants their peoples, emphasize service satisfaction aspect. Therefore, health centers shall be more focus on marketing concept than selling concept. To be marketing concept accepted and can be operated by public health center, then should be be educates to recognize the scope and complexity of marketing). Health center marketing management implementation done through steps, that
more » ... rough steps, that were (1) health center marketing plan, (2) health center marketing organization, (3) health center marketing implementation, and (4) health center marketing control. Health center marketing through some variables that were: paramedic workers, building and room, facilities, equipment and medication, activity result and service process. Health center manager and staffs must be understanding about marketing concept, internal marketing and interactive marketing in composing its marketing strategies. The task of health center manager in creating service excellence strategy in increasing people image on health center, be more satisfaction result-oriented. PENDAHULUAN Dalam UU No. 22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah, yang telah direvisi melalui UU No. 32 tahun 2004, dan UU No. 25 tahun 1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah yang telah disempurnakan dengan UU No. 33 tahun 2004, menandai pergeseran pola manajemen pemerintahan dari sentralistik eksploitatif ke desentralistik-partisipatif, menuntut kepada pemerintah daerah untuk meninjau ulang segala bentuk peraturan pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat termasuk kesehatan. Pemda sekarang ini dituntut harus mampu melayani masyarakat. Mereka dituntut untuk mentransformasi diri dari bureuaucratic-monopolistic government menjadi entrepreneurial government (Buchari Alma, 2005) yaitu pemerintah memanfaatkan peluang yang muncul dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya Pemerintah Daerah melalui puskesmasnya dituntut untuk menjadi 'customer-driven government" yang sangat memperhatikan needs dan wants masyarakatnya, yang menekankan segi layanan yang memuaskan, jika mungkin melalui layanan prima. Puskesmas harus fokus pada marketing concept ketimbang pada selling concept. Otonomi daerah mengundang adanya kompetisi antar daerah untuk memajukan daerahnya masing-masing, menggali sumber penghasilan yang layak, mencari sumber-sumber yang layak jual. Konsep pemasaran daerah harus menjadi pemikiran semua pihak pegawai pemerintah, sebelum mereka didahului oleh kompetitornya dari daerah lain. Puskesmas sebagai unit pelayanan kesehatan milik pemerintah, sudah saatnya memikirkan strategi untuk melakukan pemasaran produk jasanya yang berupa jasa pelayanan kesehatan. Sementara pihak menganggap bahwa puskesmas milik pemerintah tidak perlu melakukan upaya pemasaran, karena sebagian menganggap bahwa masyarakatlah yang membutuhkan puskesmas, bukan puskesmas membutuhkan masyarakat. Walaupun trias fungsi puskesmas yang meliputi pusat pengembangan, pemberdayaan masyarakat dan pelayanan bidang kesehatan, bukan berarti puskesmas sebagai birokrat, tetapi lebih fokus pada memenuhi kebutuhan
fatcat:jkytdm2clfhjhbz2dlx6dx624e