OPTIMISME KESEMBUHAN PADA PENDERITA MIOMA UTERI

A.M. Setyana Mega Cahyasari, Hastaning Sakti
2014 Jurnal Psikologi Undip  
Uterine myoma (or uterine fibroid) is the most common tumour in female reproductive structure. It can bring physical impact, such as pain, abdominal discomfort, and abnormal bleeding. To cope with uterine myoma, optimism is needed to improve the psychological well-being of the affected women. Optimism was defined as a positive attitude in which person can achieve the expected normal health condition after suffering from uterine myoma. This study aims to describe the optimism of women diagnosed
more » ... of women diagnosed with a uterine myoma. This qualitative study used a phenomenological method. Two women diagnosed with uterine myoma participated in this study. Interview and observation were used to collect data. The findings showed that women affected uterine myoma had optimism and pessimism fluctuated. Optimism happened after they experienced particular events that changed their perscpective. Optimism empowered subjects to cope with uterine myoma. Factors that influence their optimism were social support received from family and others, sharing similar experience from other affected women, and religiosity. Optimism was also shown through their coping strategies in dealing with uterine myoma: seeking information, following treatment, applying nutrition diet, and maintaining health status. Abstrak Mioma uteri merupakan tumor terbanyak pada organ reproduksi wanita, dan dapat menimbulkan dampak fisik berupa rasa nyeri, efek tekanan, serta pendarahan abnormal. Dalam menghadapi penyakit mioma uteri, diperlukan optimisme kesembuhan untuk meningkatkan kesehatan psikologis penderitanya. Optimisme kesembuhan diartikan sebagai sikap positif bahwa individu dapat mencapai harapan untuk kembali pada kondisi kenormalan kesehatan setelah menderita mioma uteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami optimisme kesembuhan pada penderita mioma uteri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek penelitian adalah dua orang penderita mioma uteri. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita mioma uteri mengalami fluktuasi psikologis antara optimisme dan pesimisme. Optimisme kesembuhan muncul setelah subjek mengalami peristiwa tertentu yang menyebabkan perubahan pola pikir. Optimisme kesembuhan menjadikan subjek memiliki kekuatan dan keyakinan untuk mengatasi mioma uteri. Faktor-faktor yang mempengaruhi optimisme kesembuhan subjek ialah dukungan keluarga dan lingkungan, pengalaman orang lain, serta religiusitas. Optimisme kesembuhan yang dimiliki subjek dapat dilihat dari coping strategy yang dilakukan untuk mengatasi penyakit mioma uteri, yaitu berupa mencari informasi, melakukan pengobatan, menjalankan pola diet makanan, serta menjaga stamina tubuh. Kata kunci: optimisme kesembuhan, mioma uteri, fenomenologi PENDAHULUAN Mioma uteri merupakan salah satu penyakit yang tumbuh di bagian organ reproduksi pada wanita. Mioma uteri ialah neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat sehingga dalam kepustakaan disebut juga leiomioma, fibriomioma, atau fibroid (Mansjoer, dkk., 2009). Neoplasma ialah pertumbuhan jaringan baru yang tidak normal pada tubuh, dan dikenal juga dengan istilah tumor (Dirckx, 2005).
doi:10.14710/jpu.13.1.21-33 fatcat:yc2igvroyngxzgitwsxaiibq3q