Penerapan Tema Arsitektur Analogi Pada Perancangan Wahana Apresiasi Seni Kontemporer Di Surabaya

Fitria Wulan Rahmawati, Siti Azizah, Esty Poedjioetami
2020 Tekstur (Jurnal Arsitektur)  
Potensi dan peluang bagi Surabaya untuk menjadi kiblat seni baru di Indonesia sangat besar. Hanya saja wadah penuangan seni tidak sebanding dengan potensi dan peluang yang dimiliki. Untuk meningkatkan pasar seni kontemporer di Indonesia, khususnya Kota Surabaya, perlu adanya sebuah bangunan sebagai wahana atau wadah apresiasi masyarakat Indonesia, khususnya Surabaya, terhadap kesenian kontemporer. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, yaitu metode riset yang sifatnya memberikan
more » ... san dengan menggunakan analisis data. Fungsi bangunan ditujukan sebagai fasilitas hiburan dan edukasi. Program ruang terbagi atas beberapa fasilitas, diantaranya, fasilitas utama (fasilitas pengenalan, pelatihan, pembelian, komunitas), fasilitas penunjang, servis, dan fasilitas pengelola. Pada perancangan ini, tema yang diusung yaitu arsitektur analogi, dimana juga menerapkan unsur kontemporer sebagai ekspresi wujud dan fungsi bangunan. Serta konsep makro kontemporer sebagai representasi fungsi bangunan sebagai wahana apresiasi seni kontemporer. Perwujudan analogi pada penataan lahan diwujudkan dengan penggunaan konsep mikro terintegrasi. Sedangkan pada bentuk bangunan, perwujudan analogi diterapkan menggunakan konsep mikro dinamis dimana menganalogikan sifat seni kontemporer yang bebas. Dan penerapan analogi pada ruang diwujudkan dengan konsep mikro ruang yang fleksibel, dimaksudkan agar ruang seni yang ada dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan dan tidak tetap, sehingga dapat menampilkan perwujudan karya seni dengan maksimal.
doi:10.31284/j.tekstur.2020.v1i2.1087 fatcat:xiaevssvdncy5ixockj3xw27pu