PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM KERANGKA LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA

Imam Baidillah, Anita Srie, Utami Smk, Negeri, Malang
unpublished
The research was conducted with the aim to describe learning process by using the Poblem Based Learning (PBL) method within the lesson study framework to improve critical thinking skills and learning outcomes for the eleventh grade students of Accounting at SMK 1 Malang. This is a Classroom Action Research (CAR) with the subject of eleventh grade students of Accounting 3 at SMK Negeri 1 Malang that consist of 36 students. During the PBL implementation, there was observation on the critical
more » ... n the critical thinking skills of students by 5 team members. Written test was conducted to measure cognitive aspects. The results showed that the implementation of PBL integrated with lesson study can improve critical thinking skills and student learning outcomes. Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menggunakan metode PBL dalam kerangka lesson study dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas XI Akuntansi SMK Negeri 1 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek siswa kelas XI Akuntansi 3 SMK Negeri 1 Malang berjumlah 36 siswa. Selama pelaksanaan PBL dilakukan observasi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa oleh 5 anggota tim lesson study. Untuk melihat hasil belajar siswa pada aspek kognitif dilakukan tes tertulis dengan soal berbentuk pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL dalam kerangka lesson study dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), lesson study, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, akuntansi Proses pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student Centered Learning) merupakan pendekatan yang memungkinkan siswa berpartisipasi secara aktif, selalu ditantang untuk memiliki daya kritis, mampu menganalisa dan dapat memecahkan masalahnya sendiri. Pada kenyataannya masih banyak guru yang mendominasi jalannya proses pembelajaran (Teacher Centered Learning) dan siswa dikondisikan pasif menerima pengetahuan. Jika hal ini dilakukan secara terus menerus, maka kondisi pembelajaran di dalam kelas tidak dapat berkembang. Siswa tidak terbiasa mengemukakan pendapatnya ketika menghadapi suatu permasalahan. Dalam pembelajaran seharusnya siswa diarahkan untuk dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan berbagai masalah. Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat esensial untuk kehidupan, pekerjaan, dan berfungsi efektif dalam semua aspek kehidupan lainnya. Berpikir kritis telah lama
fatcat:ay4ubynxtfavlnsw2cvsbe6mla