Imron Hamzah

Mahasiswa Pascasarjana, Iain Purwokerto, Jl Jend, No Yani, Purwokerto 40a
unpublished
Abstrak Koperasi yang pada mulanya muncul dari Negara Barat, telah berkembang di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim, seperti Indonesia. Para ulama modern berbeda pendapat tentang kebolehan koperasi dalam hukum Islam. Di antara ulama yang tidak memperbolehkannya adalah Taqiyyuddi> n al-Nabha> ni> , yang dengan tegas ia mengatakan bahwa koperasi hukumnya batil. Alasan yang diberikan al-Nabha> ni> adalah karena di dalam koperasi tidak ada unsur badan sebagai subjek hukum, dan juga
more » ... hukum, dan juga pembagian laba dalam koperasi yang berdasarkan jasa tidak dibenarkan. Tetapi apabila dianalisis dengan cermat dapat diketahui bahwa dalam koperasi sudah ada unsur badan yang berupa pengurus, dan juga pembagian laba berdasarkan jasa pada hakikatnya adalah pembagian laba berdasarkan kerja, sehingga tidak bertentangan dengan aturan syariat. Tulisan ini berkesimpulan bahwa koperasi dimasukkan ke dalam macam-macam akad yang telah dibahas oleh ulama klasik, sehingga koperasi hukumnya boleh menurut hukum Islam dan tidak ada dalil yang mangharamkannya. Abstract Cooperatives, originally emerging from the West, have grown in Muslim-majority countries, such as Indonesia. Modern Muslim scholars differ on the permissibility of cooperatives in Islamic law. Among the scholars who disallowed it is Taqiyyuddin al-Nabhani, who firmly declares that cooperative is not legal according Islamic law. The reason given by al-Nabhani is that within the cooperative there is no element of body as the subject of law, and also the distribution of profit in the cooperative is based on services that are not justified. But if it is analyzed carefully, it can be seen that in cooperatives there are already elements of the body in the form of board, and also the division of profit based on the service is essentially the division of profit based on work, so it is not contrary to the rules of Shari'a. This paper concludes that the cooperative is incorporated into the various contracts that have been discussed by the classical scholars, so the legal status of the cooperative is allowed according to Islamic law because there is no proposition forbids it.
fatcat:tjvikdguvvgdlbwo7ogrzbxetm