ANALISIS MATERIAL REQUIREMENT PLANNING PRODUK COCONUT SUGAR PADA KUL-KUL FARM

Kukuh Anggara Martha, Putu Yudi Setiawan
2018 E-Jurnal Manajemen  
Persediaan bahan baku merupakan salah satu aset penting bagi perusahaan, kesalahan dalam melakukan perencanaan bahan baku akan mengakibatkan masalah dalam proses produksi, maka penting untuk melakukan perencanaan persediaan bahan baku yang baik. Salah satu konsep yang dapat diterapkan adalah dengan menggunakan sistem Material Requirement Planning (MRP). Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Mengetahui serta menentukan jumlah kebutuhan bersih untuk masing-masing bahan baku produk Coconut Sugar 150
more » ... Coconut Sugar 150 gr/jar. (2)Mengetahui serta menentukan besarnya pesanan yang optimal untuk masing-masing bahan baku produk Coconut Sugar 150 gr/jar. (3)Mengetahui serta menentukan waktu yang tepat guna melakukan rencana pemesanan untuk masing-masing bahan baku produk Coconut Sugar 150 gr/jar. (4)Mengetahui serta menentukan metode yang menghasilkan biaya terendah untuk produk Coconut Sugar 150 gr/jar. Data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dari hasil wawancara kepada beberapa pihak terkait dengan produksi coconut sugar dan observasi pada objek yang diteliti. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif yang menjelaskan secara sistematis dengan tahapan yaitu: pembuatan Jadwal Induk Produksi, penentuan kebutuhan bersih, penentuan ukuran lot (metode Lot for lot dan Part Period Balancing), penentuan metode lot sizing optimal, dan penentuan waktu pemesanan bahan baku atau proses pembuatan tabel MRP. Hasil penelitian menunjukkan: (1)Kebutuhan bersih untuk masing-masing bahan baku diperoleh dari selisih antara kebutuhan kotor dengan rencana penerimaan dan lead time tiap bahan baku. (2)Penentuan besarnya pesanan yang optimal untuk masing-masing bahan baku dilakukan dengan menggunakan metode lot for lot dan part period balancing. (3)Penentuan waktu pemesanan bahan baku sama dengan pembuatan tabel MRP untuk masing-masing bahan baku dan didasarkan oleh metode lot sizing yang telah dipilih sebelumnya. (4)Perbandingan hasil akhir didapatkan bahwa metode part period balancing dengan total biaya persediaan sebesar Rp 53.979 merupakan metode yang menghasilkan biaya terendah, jika dibandingkan dengan metode lot for lot yang menghasilkan total biaya persediaan sebesar Rp 192.000, namun khusus untuk bahan baku nira kelapa menggunakan metode Lot for lot untuk menghindari bahan baku yang tersimpan.
doi:10.24843/ejmunud.2018.v07.i12.p06 fatcat:sop2ajoafngxtgu7ljixzzqlbi