Karekterisasi, Kinetika, dan Isoterm Adsorpsi Limbah Ampas Kelapa sebagai Adsorben Ion Cu(II)

Agusriyadin Agusriyadin
2020 SAINTIFIK  
Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan AK dan AKPM dalam mengadsorpsi ion Cu (II), pengaruh parameter adsorpsi dan mekanisme adsorpsi. AK dan AKP Madsorben dibuat dari residu ampas kelapa. Adsorben dikarakterisasi dengan FTIR, SEM dan EDS. Pengaruh parameter adsorpsi seperti pH awal, dosis adsorben, waktu kontak dan konsentrasi ion Cu (II) awal diperiksa untuk menentukan kondisi optimum serapan tembaga (II). Ion Cu (II) yang teradsorpsi diukur berdasarkan pada konsentrasi Ion Cu (II)
more » ... ebelum dan sesudah adsorpsi menggunakan metode AAS. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa struktur pori dan gugus fungsi tersedia pada permukaan adsorben. Menurut percobaan efek pH, kapasitas adsorpsi maksimum dicapai pada pH 7. Waktu kontak optimal dan konsentrasi tembaga awal (II) ditemukan masing-masing pada 120 menit dan 100 mg L-1. Data eksperimental sesuai dengan model kinetik orde dua orde dua, dan Langmuir isoterm adsorpsi yang diperoleh paling sesuai dengan data adsorpsi. Kapasitas adsorpsi maksimum adsorben ditemukan menjadi 4,73 dan 6,46 mg g-1 pada kondisi optimal. The results of characterization showed that the pore structure and the functional groups were available on adsorbent surface. According to the pH effect experiments, the maximum adsorption capacity was achieved at pH 7. Optimum contact time and initial copper(II) concentration were found at 120 min and 100 mg L-1, respectively. The experimental data were comply with the pseudo-second-order kinetic model, and Langmuir adsorption isotherm obtained best fitted the adsorption data. The maximum adsorption capacity of the adsorbents was found to be 4.73 and 6.46 mg g-1 at optimum conditions.
doi:10.31605/saintifik.v6i2.265 fatcat:rcbqnd7kvfes7goy7c3m2vv4em